Jembatan Sei Lenggana Terganggu Kendaraan Overload, Proyek Perbaikan Jalan Terhambat

UTOMO/BERITA SAMPIT - Kondisi terkini Jembatan Sei Lenggana dan Jembatan Alternatif yang sudah bisa dilalui usai mengalami kerusakan.

SAMPIT – Pekerjaan perbaikan Jembatan Sei Lenggana di Jalan Jenderal Sudirman Km 21, Kabupaten Timur (Kotim), kembali mendapat tantangan serius. Bukan hanya soal teknis, namun juga ulah kendaraan dengan muatan berlebihan (overload) yang kerap melintas, Selasa 26 Agustus 2025.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Seksi 1.3 Balai Pelaksanaan Jalan (BPJN) Kalteng, Marhara Tua, mengungkapkan bahwa progres pembangunan jalan sudah mencapai 39 persen. Namun, keberadaan kendaraan ODOL (Over Dimension Over Load) menjadi salah satu penghambat utama.

“Progres di 39 persen, kendalanya di kendaraan ODOL yg melintas di jalan sementara,” kata Marhara Tua.

Meski demikian pihaknya tetap berkomitmen untuk on schedule dalam pengerjaan Jembatan Sei Lenggana agar segera rampung pada Desember 2025.

“Sejauh ini masih on schedule pak,” jawabnya singkat.

Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan kerusakan yang kerap terjadi khususnya di kalangan masyarakat yang berprofesi sebagai sopir travel.

“Kalo sudah jebol kasian para penumpang saya barus tertunda perjalanan mereka,” ungkap salah seorang sopir travel yang enggan disebutkan namanya.

Dirinya berharap kerusakan pada jembatan alternatif Sei Lenggana tidak kerap berulang karena itu sangat menghambat perjalanan mereka khusunya para sopir.

“Mudah-mudahan tidak jebol lagi karena sangat menghambat perjalanan kami, kasian penumpang kalau ada keperluan cepat,” pungkasnya.

(Utomo)

baca juga ...  Minta Kades Manjalin Terduga Penggelap Uang dari Perusahaan Tambang Diproses
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!