Dinkes Perkuat Peran Puskesmas Tangani Penyakit Diare dan Tipoid

DENNY/BERITASAMPIT - Pertemuan Program Pengendalian dan Pencegahan (P2) Penyakit Infeksi Saluran Pencernaan yang digelar di Aula Hotel Fovere Kuala .

KUALA – Dinas Kabupaten memperkuat kapasitas tenaga Puskesmas dalam menangani dan mencegah penyakit infeksi saluran pencernaan, khususnya diare dan tipoid, yang masih menjadi tantangan masyarakat. Upaya ini dilakukan melalui Pertemuan Program Pengendalian dan Pencegahan (P2) Penyakit Infeksi Saluran Pencernaan.

Sebanyak 26 tenaga dari Puskesmas se-Kabupaten mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan pembekalan komprehensif terkait strategi pencegahan, deteksi dini, dan penatalaksanaan kasus diare dan tipoid yang kerap menyerang anak-anak serta kelompok rentan.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Provinsi yang memaparkan kebijakan dan data epidemiologi terkini terkait penyakit infeksi saluran pencernaan di wilayah provinsi. Selain itu, dokter spesialis anak dari RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo turut berbagi wawasan klinis mengenai tatalaksana terbaru kasus diare dan tipoid pada anak, termasuk pencegahan komplikasi.

Kepala Dinas Kabupaten , dr Tonun Irawaty Panjaitan, melalui Kepala Bidang P2P dr Ahmad Haspiani, Rabu 1 Oktober 2025, menyampaikan bahwa penyakit diare dan tipoid masih menjadi perhatian serius karena berdampak besar terhadap angka kesakitan di masyarakat. “Kami berharap tenaga di Puskesmas dapat semakin tanggap dalam deteksi dini, penanganan cepat, serta memberikan kepada masyarakat agar kasus bisa dicegah sejak awal,” ucapnya.

Pertemuan tersebut juga menjadi ruang berbagi pengalaman antar petugas mengenai tantangan di lapangan. Para peserta aktif berdiskusi tentang kendala dalam pelaksanaan program P2 penyakit menular serta mencari solusi untuk memperkuat sistem layanan di tingkat dasar.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kabupaten menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran Puskesmas sebagai garda terdepan masyarakat. “Langkah berkelanjutan dalam peningkatan kapasitas tenaga dan publik akan menjadi kunci utama dalam menekan angka kejadian penyakit infeksi saluran pencernaan di ,” tutup dr Ahmad Haspiani. (ds)

baca juga ...  Sekda Kapuas Hadiri Entry Meeting BPK RI, Mantapkan Komitmen Akuntabilitas Keuangan Daerah
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!