PULANG PISAU – Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa'i menegaskan bahwa pelaksanaan Computer Assisted Competency Test (CACT) bagi ratusan ASN tahun ini benar-benar dibuka tanpa titipan jabatan dan tanpa perlakuan khusus, demi menciptakan aparatur yang kompeten dan berintegritas.
Penegasan itu ia sampaikan usai meninjau langsung pelaksanaan tes di Kantor BKN Provinsi Kalimantan Tengah, Jumat 14 November 2025. Rifa'i menjelaskan bahwa seluruh peserta, mulai dari pejabat tinggi hingga pelaksana diwajibkan mengikuti proses yang sama agar standar kemampuan dapat dinilai secara objektif.
Ia mengatakan pemerintah daerah ingin memastikan bahwa jabatan tidak lagi dipengaruhi kedekatan personal maupun rekomendasi tidak resmi. Menurutnya, satu-satunya tolok ukur hanyalah kemampuan dan integritas setiap peserta yang mengikuti CACT.
Tes kompetensi ini dijalankan selama empat hari, melibatkan pejabat Eselon II, Eselon IV, jabatan fungsional hasil penyetaraan dan infasing, hingga jabatan pelaksana. Total peserta mencapai 332 orang, antara lain 24 orang pejabat Eselon II, 136 Eselon IV, 123 jabatan fungsional penyetaraan, 17 jabatan fungsional infasing dan pengadaan, serta 32 pelaksana.
Rifa'i mengungkapkan, Pulang Pisau sebelumnya juga mengirimkan pejabat Eselon III dan IV mengikuti tes serupa di BKN Regional Banjarbaru. Langkah berkelanjutan itu bertujuan menciptakan kesetaraan kesempatan bagi seluruh ASN dalam proses evaluasi dan pemetaan kemampuan.
Ia menekankan bahwa penilaian menyeluruh ini akan menjadi barometer bagi pemerintah daerah dalam melihat kapasitas aparatur di setiap jenjang jabatan. Dengan demikian, penempatan maupun pembinaan pegawai dapat dilakukan secara lebih terarah dan terukur.
Bupati menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa CACT bukan kegiatan formalitas, tetapi bagian dari komitmen besar pemerintah daerah membangun birokrasi yang profesional dan responsif.
“Ini pondasi awal memperkuat kualitas aparatur melalui sistem seleksi yang adil dan transparan,” ujarnya. (ds)












