PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan (Disdik) Kalimantan Tengah (Kalteng) memperkuat langkah pencegahan perundungan di sekolah-sekolah tingkat SLTA.
Meski belum menerima laporan resmi terkait kasus bullying, Disdik menegaskan bahwa potensi tindakan tersebut tetap perlu diantisipasi secara serius.
Plt Kepala Disdik Provinsi Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan pihaknya terus meningkatkan pengawasan karena perundungan kerap terjadi tanpa diketahui guru maupun orang tua.
“Kadang kasus seperti ini tidak muncul ke permukaan, tapi dirasakan oleh siswa. Karena itu, guru-guru kami minta terus memantau kondisi kelas dan lingkungan sekolah,” ujar Reza di Palangka Raya, Kamis, 27 November 2025.
Menurut Reza, pola perundungan yang tidak kasat mata membuat sekolah harus lebih proaktif. Ia menilai upaya pencegahan penting dilakukan untuk memastikan siswa tetap aman dan nyaman selama berada di lingkungan pendidikan.
“Bullying sering seperti masalah senyap. Tidak terlihat, tapi dampaknya besar. Makanya kami jangan sampai lengah,” jelasnya.
Untuk memperkuat perlindungan, Disdik Kalteng membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Bullying di seluruh SMA/SMK.
Keberadaan Satgas diharapkan menjadi sistem mitigasi dini sekaligus tempat pelajar melapor jika mengalami atau menyaksikan aksi perundungan.
“Satgas di sekolah harus jalan. Tugas mereka mencegah, memantau, dan menangani bila ada tanda-tanda perundungan,” tegas Reza.
Selain pembentukan Satgas, Disdik secara rutin menggelar sosialisasi dan pertemuan dengan guru-guru melalui daring. Langkah ini dilakukan agar sekolah lebih responsif dalam menangani berbagai persoalan siswa, termasuk kasus perundungan.
“Kami terus ingatkan sekolah untuk memastikan komunikasi dengan siswa dan orang tua tetap terbuka, supaya kalau ada masalah bisa diketahui sejak awal,” katanya.
Reza berharap budaya sekolah yang aman, ramah, dan bebas kekerasan dapat terus diperkuat oleh seluruh jajaran pendidikan di Kalteng.
(Sya'ban)












