SAMPIT – Suasana siang di Jalan Kenan Sandan, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendadak berubah mencekam. Seorang pengendara sepeda motor perempuan meregang nyawa dalam kecelakaan tunggal yang terjadi pada Jumat, 2 Desember 2025, sekitar pukul 14.00 WIB.
Peristiwa tragis itu terjadi saat korban melintas sambil membonceng anaknya. Diduga, korban melakukan pengereman mendadak yang menyebabkan sepeda motornya kehilangan kendali, tergelincir, lalu terjatuh ke badan jalan.
Menurut warga yang ada di sekitar lokasi, Amat, kecelakaan terjadi ketika korban diduga melakukan pengereman secara tiba-tiba. Kondisi itu membuat sepeda motor kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke badan jalan.
“Rem mendadak, terus motornya tergelincir dan jatuh sendiri,” kata Amat.
Amat mengatakan korban yang identitasnya masih menjadi misteri mengalami benturan keras di bagian kepala. Luka yang dialami korban menyebabkan pendarahan hebat dan korban dinyatakan meninggal dunia.
Ia menyebut saat korban terjatuh, kepalanya diduga sempat terlindas kendaraan pikap yang melintas di lokasi.
Hal senada disampailan Relawan Sampit Siaga, Chandra, korban mengalami luka serius di bagian kepala saat dievakuasi dari lokasi kejadian.
“Pendarahan cukup parah di bagian belakang kepala. Kami langsung melakukan evakuasi menggunakan unit relawan Pasar Al-Kamal,” ujarnya.
Chandra juga menyampaikan saat kejadian korban dan juga anaknya berboncengan satu motor. Beruntung sang anak tidak mengalami luka yang serius.
“Anaknya ada di TKP tapi cuma luka lecet, Keluarga sudah menerima informasi terkait kejadian ini,” jelasnya.
Proses evakuasi korban dilakukan dengan pengamanan di lokasi kejadian. Relawan dan petugas kepolisian tampak berjaga untuk memastikan situasi tetap kondusif.
“Petugas Satlantas Polres Kotim sudah berada di lokasi dan melakukan pemantauan selama proses evakuasi,” tambah Chandra.
Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Kotim, Ipda Bagus Muhammad membenarkan hal itu. Meski demikian ia menyebut bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan belum dapat memastikan informasi yang mengatakan kepala korban terlindas pikap.
“Info yang bisa diberikan baru meninggal dunia saja ya,” pungkasnya.
(Utomo)












