SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menargetkan arena balap motor dan gedung multiguna sebagai salah satu program prioritas pada tahun 2026. Pembangunan fasilitas ini diproyeksikan menjadi solusi atas keterbatasan ruang kegiatan berskala besar sekaligus menata aktivitas olahraga otomotif yang selama ini belum memiliki lokasi khusus.
Bupati Koim Halikinnor mengatakan, rencana tersebut disusun berdasarkan berbagai persoalan yang kerap muncul di lapangan, khususnya pemanfaatan fasilitas umum yang tidak sesuai peruntukan. Aktivitas komunitas otomotif hingga kegiatan massal selama ini masih banyak dilakukan di ruang terbuka kota.
“Yang sudah kita programkan dan saya anggap mendesak karena ini menjadi solusi masalah, yaitu pembangunan gedung multiguna sekaligus arena balapan untuk anak-anak muda,” ujar Halikinnor, Kamis 8 Januari 2026.
Ia menjelaskan, taman kota kerap digunakan sebagai arena balap motor, sementara upacara dan kegiatan resmi pemerintah masih mengandalkan lapangan terbuka. Kondisi tersebut dinilai tidak efisien karena berdampak pada tingginya biaya perawatan fasilitas, khususnya pemeliharaan rumput lapangan.
“Selama ini taman kota dipakai untuk balapan. Kita juga setiap upacara selalu menggunakan lapangan, dan itu membutuhkan biaya pemeliharaan rumput yang cukup besar,” katanya.
Sebagai solusi, Pemkab Kotim menyiapkan lahan seluas kurang lebih empat hektare yang akan diratakan untuk pembangunan fasilitas terpadu. Di lokasi tersebut akan dibangun gedung dengan kapasitas sekitar 5.000 hingga 7.000 orang, lengkap dengan akses jalan masuk dan keluar agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
“Lahannya sekitar empat hektare. Kita bangun gedung besar, lokasinya di dekat Bundaran Balanga, masuk sekitar 100 meter, dan akan kita siapkan dua jalur keluar-masuk,” jelasnya.
Menurut Halikinnor, keberadaan gedung multiguna dan sirkuit balap ini nantinya akan menjadi pusat berbagai kegiatan, mulai dari upacara, pameran, hingga event olahraga, sehingga aktivitas tersebut tidak lagi memanfaatkan ruang publik di pusat kota.
“Ke depan, kegiatan apa pun, baik upacara maupun expo, bisa dilaksanakan di sana. Lokasi itu memang kita siapkan khusus untuk kegiatan olahraga dan acara besar,” pungkasnya. (nardi)












