PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 5,7 persen pada tahun 2027. Target tersebut menjadi salah satu fokus dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2027.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Leonard S. Ampung, saat membuka Forum Lintas Perangkat Daerah RKPD Tahun 2027 dan Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang) Tahun 2026 di Aula Bapperida Provinsi Kalteng, Senin, 2 Maret 2026.
Leonard menjelaskan, target pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan bagian dari proyeksi pembangunan daerah yang disusun dengan mempertimbangkan berbagai indikator makro serta kondisi ekonomi nasional dan global.
Menurutnya, peningkatan aktivitas ekonomi daerah menjadi salah satu kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dalam beberapa tahun ke depan.
“Melalui RKPD 2027, kita menargetkan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah mencapai 5,7 persen. Target ini tentu memerlukan kerja bersama seluruh perangkat daerah serta dukungan pemerintah kabupaten dan kota,” ujar Leonard.
Ia menyampaikan bahwa upaya mencapai target tersebut akan difokuskan pada peningkatan produktivitas, penguatan investasi, serta pengembangan sektor industri yang menjadi prioritas pembangunan nasional.
Hal itu juga sejalan dengan tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Nasional Tahun 2027, yakni “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas, Investasi, dan Industri.”
Sementara itu, tema pembangunan daerah yang diusung dalam RKPD Kalimantan Tengah Tahun 2027 adalah “Peningkatan Skala Aktivitas Ekonomi Daerah dan Kualitas Tata Kelola Pemerintahan.”
Leonard menegaskan bahwa arah kebijakan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di berbagai sektor, sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif dan akuntabel.
Selain menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, pemerintah daerah juga menetapkan sejumlah sasaran pembangunan lainnya, di antaranya penurunan tingkat kemiskinan, peningkatan kualitas lingkungan hidup, serta pengurangan tingkat pengangguran terbuka.
Berdasarkan data capaian pembangunan tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Kalteng tercatat sebesar 4,8 persen. Sementara tingkat kemiskinan berada pada angka 4,95 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 74,86, serta tingkat pengangguran terbuka sebesar 3,44 persen.
Melalui perencanaan pembangunan tahun 2027, pemerintah daerah menargetkan tingkat kemiskinan dapat ditekan menjadi sekitar 4,5 persen, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup meningkat hingga 78, serta tingkat pengangguran terbuka turun menjadi sekitar 3,3 persen.
Leonard menekankan bahwa seluruh target pembangunan tersebut masih berupa rancangan proyeksi yang akan terus dibahas dan disempurnakan melalui berbagai tahapan forum perencanaan pembangunan daerah.
Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam menyusun program pembangunan agar target yang telah ditetapkan dapat dicapai secara optimal.
“Kita berharap seluruh pemangku kepentingan dapat berkontribusi aktif dalam menyempurnakan perencanaan pembangunan ini, sehingga target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan dapat tercapai dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, Leonard mengajak seluruh peserta forum untuk memberikan masukan konstruktif dalam penyusunan rancangan awal Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah Tahun 2027.
“Melalui kolaborasi dan komitmen bersama, kita optimistis pembangunan Kalimantan Tengah dapat terus bergerak maju dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
(Sya'ban)












