PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menargetkan penurunan tingkat pengangguran terbuka hingga mencapai 3,3 persen pada tahun 2027. Target tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Kalteng Tahun 2027.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Leonard S. Ampung, mengatakan upaya menekan angka pengangguran perlu didukung dengan penguatan sektor-sektor produktif serta peningkatan investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Forum Lintas Perangkat Daerah RKPD Tahun 2027 dan Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang) Tahun 2026 di Aula Bapperida Provinsi Kalteng, Senin, 2 Maret 2026.
Menurut Leonard, perencanaan pembangunan daerah harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif sehingga dapat membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.
“Dalam rancangan RKPD 2027, tingkat pengangguran terbuka di Kalimantan Tengah ditargetkan turun menjadi sekitar 3,3 persen. Ini tentu memerlukan sinergi seluruh perangkat daerah dan dukungan pemerintah kabupaten dan kota,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa upaya menekan pengangguran tidak dapat dilepaskan dari peningkatan aktivitas ekonomi daerah, termasuk melalui penguatan sektor produktivitas, investasi, serta pengembangan sektor industri.
Arah kebijakan tersebut sejalan dengan tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Nasional Tahun 2027 yakni “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas, Investasi, dan Industri.”
Sementara itu, tema pembangunan daerah yang diusung dalam RKPD Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2027 adalah “Peningkatan Skala Aktivitas Ekonomi Daerah dan Kualitas Tata Kelola Pemerintahan.”
Berdasarkan capaian indikator makro pembangunan tahun 2025, tingkat pengangguran terbuka di Kalimantan Tengah tercatat sebesar 3,44 persen.
Melalui berbagai program pembangunan yang dirancang dalam RKPD 2027, pemerintah daerah optimistis angka tersebut dapat ditekan secara bertahap hingga mencapai 3,3 persen.
Selain menargetkan penurunan pengangguran, pemerintah daerah juga menetapkan sejumlah sasaran pembangunan lainnya, seperti peningkatan pertumbuhan ekonomi, penurunan tingkat kemiskinan, serta peningkatan kualitas lingkungan hidup.
Leonard menegaskan bahwa berbagai target pembangunan tersebut masih berupa rancangan proyeksi yang akan terus disempurnakan melalui tahapan pembahasan dalam forum perencanaan pembangunan daerah.
Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah serta pemangku kepentingan untuk memberikan masukan konstruktif dalam penyusunan rancangan awal Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah Tahun 2027.
“Kita berharap seluruh pihak dapat berkolaborasi dalam menyusun kebijakan pembangunan yang mampu membuka lebih banyak kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Tengah,” pungkasnya.
(Sya'ban)












