SAMPIT – Proses pendaftaran cabang olahraga (cabor) untuk ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dipastikan tetap berjalan. Meski demikian, hingga kini Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kotim masih menunggu pencairan anggaran untuk mendukung persiapan.
Ketua KONI Kotim Alexius Esliter, mengungkapkan bahwa tahapan pendaftaran telah dilaksanakan sesuai mekanisme. Hingga saat ini, puluhan cabor sudah masuk dalam daftar peserta.
“Pendaftaran sudah berjalan dan hampir selesai. Sampai hari ini ada 24 cabor yang terdaftar, dengan jumlah atlet lebih dari 200 orang,” ujarnya, Rabu 8 April 2026.
Ia menjelaskan, dari total 35 cabor yang berada di bawah naungan KONI Kotim, sebagian besar telah mengikuti tahapan pendaftaran tanpa hambatan berarti.
“Semua tahapan kita jalankan sesuai prosedur dan sejauh ini tidak ada kendala,” tegasnya.
Di sisi lain, Alexius mengakui persoalan anggaran masih menjadi tantangan utama. Meski telah mendapat persetujuan, dana untuk persiapan Porprov belum juga dicairkan.
“Anggaran sebenarnya sudah disetujui, tetapi sampai sekarang belum dicairkan. Posisinya ada di DPA Dispora, jadi kami masih menunggu proses dari sana,” jelasnya.
Menurutnya, KONI terus mendorong agar pencairan anggaran bisa segera direalisasikan. Hal ini penting karena kebutuhan masing-masing cabor dalam mempersiapkan atlet sudah berjalan.
“Setiap ada pertemuan, kami selalu menyampaikan agar anggaran segera dicairkan. Cabor juga sudah mulai menjalankan program persiapan,” ungkapnya.
Dengan kondisi tersebut, sejumlah cabor terpaksa menjalankan latihan secara mandiri. Bahkan, tidak sedikit atlet yang menggunakan biaya pribadi demi tetap menjaga kesiapan menghadapi Porprov.
“Sementara ini banyak cabor yang berlatih secara mandiri, termasuk menggunakan dana pribadi untuk kebutuhan latihan,” katanya.
Ia juga menyinggung adanya atlet yang memilih pindah ke daerah lain. Menurutnya, hal tersebut merupakan keputusan masing-masing atlet yang tidak bisa sepenuhnya diintervensi.
“Kalau ada yang pindah, itu pilihan individu. Kami tidak bisa menahan, karena masing-masing punya pertimbangan sendiri,” ucapnya.
Alexius menambahkan, faktor motivasi menjadi penentu apakah atlet tetap bertahan membela daerah atau memilih peluang lain.
“Kalau tujuannya untuk membawa nama daerah, biasanya mereka tetap bertahan. Tapi kalau ada pertimbangan lain, ya itu kembali ke masing-masing,” tandasnya.
Meski dihadapkan pada keterbatasan, ia memastikan Kotim tetap ambil bagian dalam Porprov mendatang. “Kami pastikan Kotim tetap ikut Porprov,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, keikutsertaan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam ajang Porprov sempat dipertanyakan lantaran belum adanya kepastian yang jelas. Kondisi ini dipicu oleh persoalan anggaran yang hingga kini belum juga dicairkan, sehingga menimbulkan kekhawatiran di berbagai pihak.
Situasi tersebut tidak lepas dari penganggaran yang awalnya Rp750 juta kemudian di pembahasan menjadi Rp3 miliar, sehingga Dispora penuh kehati-hatian dalam proses pencairan dana, mengingat sebelumnya KONI sempat tersandung persoalan dana hibah. Hal itu membuat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mengambil langkah lebih cermat sebelum merealisasikan anggaran. Bahkan, persoalan ini sempat dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama pihak terkait.
Dari hasil pembahasan tersebut, disepakati agar Dispora melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak Biro Hukum Kabupaten dan provinsi serta BPKP guna memastikan proses anggaran berjalan sesuai aturan, sekaligus memberikan kepastian terhadap keikutsertaan Kotim dalam Porprov. (nardi)












