Tak Punya Agunan? Haguet Siapkan Kredit Rp50 Juta untuk UMKM Kalteng

IST/BERITASAMPIT - Staf Ahli Gubernur Bidang , , dan , Darliansjah, saat memimpin rapat pembahasan skema Kredit UMKM HAGUET di Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur, , baru-baru ini.

(Kalteng) menyiapkan Program Kredit UMKM Huma Betang Unggul, Efisien, dan Tangguh (Haguet) yang ditargetkan menyasar sekitar 3.000 pelaku usaha di berbagai sektor prioritas.

Melalui program tersebut, setiap pelaku UMKM berpeluang memperoleh plafon kredit hingga Rp50 juta.

Staf Ahli Gubernur Bidang , , dan , Darliansjah, mengatakan program Haguet difokuskan untuk mendukung pelaku usaha di sektor pangan lokal, perikanan, UMKM olahan, ekonomi kreatif, hingga hilirisasi produk .

Hal itu disampaikannya saat memimpin rapat pembahasan skema Kredit UMKM Haguet di Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur, , baru-baru ini.

“Fokus kita pada sektor-sektor produktif yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat dan mendorong ekonomi lokal,” ujarnya.

Menurut Darliansjah, program tersebut dirancang sebagai solusi atas masih rendahnya akses pembiayaan formal bagi pelaku UMKM di daerah.

Ia menyebut banyak UMKM di belum memenuhi syarat perbankan atau bankable karena keterbatasan agunan dan lemahnya pembukuan usaha.

“Masih banyak pelaku UMKM kita yang belum bankable karena tidak memiliki agunan yang cukup dan pencatatan keuangan yang belum tertata dengan baik,” katanya.

Selain itu, pelaku usaha juga masih dihadapkan pada rendahnya akses terhadap kredit formal dan tingginya biaya dana. Karena itu, pemerintah menilai intervensi tidak cukup dilakukan hanya melalui subsidi bunga.

“Intervensi yang dilakukan tidak cukup hanya melalui subsidi bunga, tetapi harus terintegrasi mulai dari pembiayaan, penjaminan, hingga pendampingan usaha secara menyeluruh,” tegas Darliansjah.

Ia menambahkan, akses kredit tanpa disertai pendampingan berpotensi menimbulkan risiko kredit bermasalah.

“Kalau hanya diberikan akses kredit tanpa pendampingan, ini berisiko. Karena itu, pendekatan kita harus komprehensif,” ujarnya.

Sebagai solusi, Pemprov menggandeng Bank Kalteng dan lembaga penjamin dalam pelaksanaan program Haguet.

Skema yang digunakan berbasis subsidi bunga dan berbagi risiko (risk sharing), sehingga pelaku usaha dapat memperoleh kredit dengan bunga nol persen.

“Program ini kita rancang sebagai solusi menyeluruh, tidak hanya membantu permodalan, tetapi juga memastikan UMKM kita bisa berkembang secara berkelanjutan,” katanya.

Dalam skema tersebut, bunga kredit sebesar 6 persen per tahun akan ditanggung bersama. Pemerintah daerah melalui APBD menanggung 3 persen, sedangkan 3 persen lainnya ditanggung pihak bank.

“Dengan skema ini, kita ingin meringankan beban pelaku usaha. Mereka cukup mengembalikan pokok pinjaman tanpa dibebani bunga,” ujar Darliansjah.

Program Haguet juga diperkuat melalui penjaminan kredit oleh PT Jamkrida Kalteng dengan cakupan hingga 70 persen. Selain itu, pemerintah menyiapkan pendampingan usaha secara terstruktur, mulai dari tahap pra-penyaluran hingga pasca-kredit.

“Penjaminan ini penting untuk memberikan rasa aman bagi perbankan sekaligus memperluas akses UMKM terhadap kredit,” katanya.

Lebih lanjut, Haguet akan dilengkapi proses kurasi usaha, monitoring berbasis data, serta integrasi lintas perangkat daerah. Pemerintah juga menyiapkan sistem digital untuk memantau penyaluran kredit dan perkembangan usaha secara real time.

“Kita juga siapkan sistem digital untuk memantau penyaluran dan kinerja UMKM secara real time, sehingga bisa cepat mengambil langkah jika ada kendala,” ujarnya.

Pemprov memperkirakan implementasi program tersebut dapat mendorong perputaran ekonomi daerah hingga Rp225 miliar dan menyerap tenaga kerja antara 6.000 hingga 9.000 orang.

“Dampaknya tidak hanya pada pelaku usaha, tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tandas Darliansjah.

Saat ini, tengah menyiapkan regulasi berupa Peraturan Gubernur, kerja sama dengan perbankan dan lembaga penjamin, serta mekanisme penyaluran dan pendampingan agar program berjalan efektif.

“Harapan kita, melalui Haguet, UMKM Kalteng bisa naik kelas, lebih mandiri, dan memiliki daya saing yang kuat,” pungkasnya.

(Sya'ban)

baca juga ...  Pemprov Kalteng Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Bantuan Combine Harvester
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!