PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyerahkan bantuan geobag (Kantong/Karung plastik berisi kerikil, pasir), sebagai langkah penanganan darurat abrasi di wilayah pesisir, Jumat 10 April 2026.
Sebanyak 100 buah geobag disalurkan untuk Desa Keraya dan 200 buah untuk Desa Bogam, guna mengurangi dampak gelombang laut yang terus menggerus garis pantai di kedua desa tersebut.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati Kotawaringin Barat, Hj. Nurhidayah, bersama jajaran pemerintah daerah.
Kegiatan ini merupakan respons cepat atas kondisi abrasi yang dinilai semakin mengkhawatirkan dan berpotensi mengancam permukiman warga serta infrastruktur desa.
Bupati Hj. Nurhidayah menyampaikan bahwa bantuan geobag ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan sementara terhadap wilayah pesisir yang rawan terdampak abrasi.
“Bantuan geobag ini adalah langkah penanganan darurat yang sangat krusial. Alat ini dirancang untuk meredam energi ombak dan menahan laju abrasi di titik-titik yang paling rawan,” ujar Bupati dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, geobag merupakan kantong besar berbahan khusus yang diisi pasir dan disusun sebagai penghalang alami untuk mereduksi kekuatan gelombang laut. Penggunaan geobag dinilai efektif sebagai solusi jangka pendek sambil menunggu penanganan permanen.
Namun demikian, Bupati menegaskan bahwa keberhasilan penggunaan geobag sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat dalam proses pemasangan dan perawatannya.
“Namun, saya ingin menekankan bahwa geobag ini hanyalah benda mati. Ia baru akan berfungsi maksimal jika diiringi dengan semangat gotong royong,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak, baik pemerintah desa maupun masyarakat, untuk bersama-sama terlibat aktif dalam proses pengisian dan penyusunan geobag di lokasi yang telah ditentukan.
“Saya meminta agar proses pengisian dan penyusunan geobag ini nantinya dilakukan bersama-sama, bahu-membahu antara Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa dan seluruh elemen masyarakat. Jadikan momen ini sebagai simbol persatuan kita dalam menjaga kampung halaman,” ujarnya.
Selain itu, Bupati juga mengingatkan bahwa upaya penanganan abrasi tidak cukup hanya mengandalkan solusi fisik semata, tetapi juga harus diimbangi dengan kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan pesisir.
Ia mengajak masyarakat untuk mulai menjaga dan melestarikan ekosistem pesisir, khususnya hutan mangrove yang memiliki peran penting dalam menahan abrasi serta menjaga keseimbangan lingkungan.
“Bupati Hj. Nurhidayah mengajak kita semua untuk tidak hanya mengandalkan tameng fisik seperti geobag. Mari kita tingkatkan kesadaran untuk merawat ekosistem pesisir, seperti menciptakan dan menjaga kelestarian mangrove dan tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan desa yang tangguh terhadap bencana, khususnya di wilayah pesisir yang rentan.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan masyarakat Desa Keraya dan Desa Bogam dapat segera melakukan langkah-langkah mitigasi guna meminimalisir dampak abrasi yang terus terjadi.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat juga berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan serta mencari solusi jangka panjang dalam penanganan abrasi, demi melindungi lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat pesisir. (man)












