Solar Industri Melonjak, Sopir Truk Serbu Dexlite, Antrean Mengular di SPBU Sampit

UTOMO/BERITA SAMPIT - Antrean panjang truk yang berada di SPBU Pal 8 Jalan Tjilik Riwut Sampit-Kota Besi.

SAMPIT – Lonjakan tajam harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar industri memicu peralihan besar-besaran para sopir truk ke Dexlite. Dampaknya, antrean panjang kendaraan berat kini menjadi pemandangan yang hampir merata di sejumlah SPBU di Sampit, Kabupaten Timur (Kotim).

Pantauan di lapangan pada Kamis, 16 April 2026, menunjukkan deretan truk mengular di berbagai SPBU, mulai dari kawasan Jalan Jenderal Sudirman Km 2, Pal 8 jalur Sampit–Kota Besi, Km 3 arah Pangkalanbun, hingga SPBU di Jalan Hasan Mansur, Telaga Baru, dan Samuda.

Pengawas lapangan SPBU Jalan Jenderal Sudirman Km 2, Dani, mengungkapkan bahwa membludaknya antrean dipicu lonjakan pengguna Dexlite dalam beberapa hari terakhir.

“Pengguna Dexlite lebih banyak, karena itu antriannya panjang,” jelasnya, Kamis 16 April 2026.

Ia menyebut bahwa harga solar industri mencapai lebih dari dua kali lipat harga Dexlite. Hal tersebut yang menjadi penyebab para sopir lebih memilih menggunakan Dexlite.

“Kalau Dexlite Rp14.500 sedangkan solar industri Rp28.000 perliter, yang jelas di atas Rp25.000 perliternya,” bebernya.

Dari data yang dihimpun oleh Berita Sampit tercatat harga Solar Industri yang dijual semula berkisar di Rp28.150 kini menjadi Rp.30.550 ribu per liter sedangkan dexlite tetap berada di kisaran Rp14.500 per liter tanpa ada kenaikan harga.

Pantauan di lapangan berita sampit di lapangan menunjukan beberapa SPBU seperti Km 2 Sampit-Pangkalanbun, Pal 8 Sampit-Kota Besi, Km 3 Sampit-Pangkalanbun, SPBU Jalan Hasan Mansur, SPBU Telaga Baru dan SPBU yang ada di Samuda, dipenuhi antrian panjang truk yang mengular.

Salah seorang sopir truk, Hendrik yang turut mengantre di SPBU Jalan MT Haryono Sampit menjelaskan jika kondisi ini sudah terjadi sejak Rabu 15 April 2026 atau sejak Solar industri mengalami kenaikan harga.

“Dari kemarin pas harga naik sudah mulai antre,” ungkapnya.

Senada dengan itu, pengendara lain mengaku harus mengantre selama kurang lebih empat jam baru bisa mendapatkan bahan bakar karena banyak sekali yang menggunakan Dexlite.

“Kurang lebih empat jam baru dapat, kalau berangkat kerja sudah bongkar harusnya, ini masih antre BBM saja,” pungkasnya.

Jika kondisi ini terus menerus terjadi dan pasokan Dexlite dari Pertamina terbatas maka kondisi ini akan semakin membuat para sopir harus menunggu demi dapatkan BBM.

Mereka berharap harga Solar Industri bisa stabil dan pasokan Dexlite bisa normal tanpa adanya batasan pengisian. Jika tidak maka tidak menutup kemungkinan SPBU yang melayani pengisian Dexlite akan terus terjadi seperti ini.

(Utomo)

baca juga ...  Sejumlah Siswa SMP di Kotim Siap Berlaga di Ajang Kejuaraan Pelajar Indonesia 2025
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!