Komisi III DPRD Kotim Dorong Langkah Intensif Antispasi Potensi Perilaku Menyimpang di Tengah Masyarakat

NARDI/BERITASAMPIT - Ketua Komisi III DPRD Kotim, Dadang H Syamsu.

SAMPIT – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten (Kotim) Dadang H Syamsu, menilai kalangan remaja menjadi kelompok yang paling mudah terpengaruh terhadap berbagai perilaku negatif, sehingga diperlukan langkah yang lebih intensif, khususnya di lingkungan pendidikan.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul mencuatnya keberadaan grup media sosial yang dinilai meresahkan dan berpotensi mendorong perilaku menyimpang di tengah masyarakat.

“Remaja itu sangat rentan. Karena itu, sosialisasi ke sekolah-sekolah penting dilakukan agar mereka mendapat pemahaman yang benar sejak dini,” ujarnya, Minggu 19 April 2026.

Menurut Dadang, konten maupun aktivitas yang muncul dalam grup tersebut tidak sejalan dengan norma agama, sosial, maupun ketentuan yang berlaku, sehingga tidak dapat dianggap sebagai sesuatu yang wajar.

“Hal seperti itu jelas bertentangan dengan norma yang ada, jadi tidak boleh dianggap biasa atau dinormalisasi,” tegasnya.

Ia juga menekankan, penanganan persoalan ini tidak cukup hanya dengan tindakan represif, melainkan harus dilakukan secara menyeluruh dengan pendekatan yang lebih bijak dan melibatkan berbagai pihak.

“Pemerintah daerah, tokoh agama, hingga lembaga adat harus bersama-sama memberikan pemahaman. Pendekatannya juga harus humanis agar tidak menimbulkan stigma,” katanya.

Selain itu, Dadang turut menyoroti aspek yang perlu mendapat perhatian serius. Ia menyebutkan bahwa kasus HIV di wilayah Sampit cukup tinggi sehingga perlu diantisipasi sejak dini.

“Ini jadi perhatian kita bersama, karena tidak menutup kemungkinan ada kaitannya dengan perilaku berisiko,” ungkapnya.

Terkait penanganan di ruang digital, ia mengapresiasi langkah Diskominfo yang telah melaporkan konten tersebut ke pihak berwenang. Namun, ia mengingatkan bahwa langkah pemblokiran saja belum cukup untuk menyelesaikan persoalan.

“Meski sudah ditindak, potensi muncul kembali tetap ada. Jadi perlu upaya berkelanjutan,” tambahnya.

baca juga ...  Komisi III Kunjungi PT Sukajadi, Ada Apa Ya?

Ia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak bersikap acuh, termasuk memperkuat peran keluarga dalam membina anak agar tidak terpengaruh hal-hal negatif.

“Peran keluarga sangat penting. Kalau ada gejala, lakukan pendekatan yang baik supaya anak memahami mana yang benar,” pungkasnya. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!