PULANG PISAU – Keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pulang Pisau tahun 2026 yang hanya berkisar Rp800 miliar membuat arah pembangunan daerah harus disusun lebih selektif dan terukur.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Pulang Pisau, Bakhzar Effendi, saat dihubungi melalui WhatsApp Sabtu 18 April 2026, menegaskan bahwa kebijakan pembangunan tahun ini difokuskan pada pemeliharaan infrastruktur serta penguatan sektor prioritas.
Menurut Bakhzar, kondisi fiskal daerah yang terbatas menjadi faktor utama pemerintah daerah tidak dapat melakukan ekspansi program pembangunan secara besar-besaran, khususnya pada sektor infrastruktur fisik yang selama ini menyerap anggaran cukup signifikan.
Ia menjelaskan, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), kegiatan pembangunan pada tahun 2026 lebih diarahkan pada pemeliharaan infrastruktur yang sudah ada, seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya, guna memastikan tetap berfungsi optimal dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
“Dengan kondisi APBD sekitar Rp800 miliar, kita harus realistis. Untuk tahun ini, belum ada penambahan proyek baru di sektor infrastruktur. Fokus kita adalah menjaga kualitas dan keberlanjutan infrastruktur yang sudah dibangun sebelumnya,” ujar Bakhzar.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen menempatkan sektor kesehatan dan pendidikan sebagai prioritas utama dalam pembangunan. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Bakhzar menyebutkan, alokasi anggaran untuk kedua sektor tersebut tetap dipertahankan bahkan dioptimalkan, mengingat dampaknya yang langsung dirasakan masyarakat, terutama dalam peningkatan layanan kesehatan serta akses dan mutu pendidikan di Kabupaten Pulang Pisau.
Ia berharap, dengan strategi pengelolaan anggaran yang tepat dan fokus pada prioritas, pembangunan di Pulang Pisau tetap berjalan efektif meskipun dalam keterbatasan fiskal, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat secara luas. (denny)












