PALANGKA RAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah mendorong pengembangan komoditas buah naga melalui penguatan ekosistem usaha yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) komoditas buah naga yang digelar di Kota Palangka Raya.
Kegiatan ini sekaligus mendukung inisiatif Pemerintah Provinsi Kalteng dalam pengembangan Kampung UMKM Buah Naga di Desa Misik, Kelurahan Kalampangan, yang telah diluncurkan pada Desember 2025.
FGD tersebut dihadiri Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalteng Darliansjah yang mewakili Sekretaris Daerah, Kepala OJK Kalteng Primandanu Febriyan Aziz, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Kalteng Elisa Agustino, serta perwakilan OPD, lembaga jasa keuangan (LJK), pelaku industri, hingga calon offtaker.
Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menegaskan bahwa keberhasilan program PED sangat bergantung pada penguatan ekosistem yang terhubung dari sisi produksi hingga pemasaran.
“Penetapan offtaker yang kredibel menjadi langkah penting untuk menjamin kepastian pasar. Ini harus didukung akses pembiayaan berkelanjutan dan sinergi lintas sektor agar program berjalan optimal dan berdampak bagi masyarakat,”ucapnya.
Kampung UMKM Buah Naga di Kalampangan memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Saat ini, luas lahan mencapai sekitar 150 hektare dan berpotensi diperluas hingga 300 hektare, dengan melibatkan sekitar 120 petani.
“Dari sisi pembiayaan, dukungan juga terus mengalir. Tercatat, penyaluran pembiayaan dari LJK telah mencapai Rp6,6 miliar kepada petani setempat, dengan peluang peningkatan yang masih terbuka,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng, Darliansjah, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif.
“Melalui sinergi berbagai pihak, kita ingin memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya meningkat, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” lanjutnya.
Di sisi hilir, Kepala BGN Regional Kalteng, Elisa Agustino, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menyerap hasil produksi petani melalui program yang dijalankan.
“Dengan kebutuhan bahan baku yang besar dan berkelanjutan, ini menjadi peluang bagi petani lokal untuk menjadi pemasok utama,” tuturnya.
Selain itu, sektor perhotelan juga mulai dilibatkan. Salah satu hotel di Palangka Raya menyatakan kesiapan menggunakan buah lokal sebagai bagian dari dukungan terhadap produk daerah.
“Dalam diskusi, para peserta juga membahas berbagai aspek mulai dari produksi, pembiayaan, hingga kesiapan pasar. Berbagai masukan dari petani turut menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan program ke depan,” urainya.
Sebagai hasil pertemuan, disepakati bahwa komoditas buah naga akan menjadi fokus Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Kalimantan Tengah Tahun 2026.
“Seluruh pihak berkomitmen membangun ekosistem yang terintegrasi dan berkelanjutan guna meningkatkan nilai tambah serta daya saing daerah,” ungkapnya. (yud)












