PALANGKA RAYA – Plt. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Tengah, Sutoyo, menekankan pentingnya penguatan pengawasan terintegrasi dalam membenahi tata kelola sektor pertambangan di daerah.
“Tantangan utama saat ini tidak hanya pada aspek perizinan, tetapi juga pada konsistensi pelaksanaan di lapangan,” ucapnya saat mengikuti rapat kerja gabungan lintas sektor bersama Komisi I dan Komisi II DPRD Kalteng, Senin 27 April 2026,
Izin tidak boleh hanya berhenti pada aspek administratif. Yang lebih penting adalah bagaimana implementasinya, mulai dari pengelolaan lingkungan, pengendalian limbah, hingga pelaksanaan reklamasi pascatambang.
“Seluruh aspek tersebut harus berjalan seiring dan tidak dapat dilakukan secara terpisah. Karena itu, koordinasi lintas perangkat daerah menjadi faktor penting dalam memastikan pengawasan berjalan optimal,” tambahnya.
Pengawasan harus terintegrasi agar setiap kegiatan pertambangan benar-benar sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.
“Sinergi antar-instansi menjadi kunci dalam memperkuat sistem pengawasan yang selama ini masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Dengan langkah tersebut, diharapkan tata kelola pertambangan di Kalimantan Tengah dapat semakin tertib, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi pembangunan daerah tanpa mengabaikan aspek lingkungan,” ungkapnya. (yud)












