Penulis: Maman Wiharja (Jurnalis Senior – beritasampit.com)
BUPATI Kotawaringin Barat (Kobar) Hj. Nurhidayah, telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Drs. H. Mukhtarudin, yang dilaksanakan di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Selasa 7 April 2026.
Nota Kesepakatan (MoU) yang ditandatangani Menteri dan Bupati Kobar tersebut, dimaksudkan sebagai pedoman dalam melakukan kerja sama terkait penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Kobar.
“Adapun tujuan utama kerja sama ini adalah meningkatkan kualitas, daya saing, penyiapan penempatan, serta pelindungan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), PMI, dan keluarga mereka di wilayah Kobar “, kata Hj. Nurhidayah, yang saat berkunjung ke Menteri P2MI Drs.H. Mukhtarudin, menggandeng Universitas Antakusuma serta STIKes Borneo Cendikia Medika sebagai mitra strategis, terutama dalam memperkuat aspek perlindungan melalui pendekatan pendidikan dan pengabdian masyarakat.
Pengamatan penulis, terkait dengan nasib warga masyarakat Kabupaten Kobar yang sering kesulitan mencari pekerjaan, nampaknya Bupati Hj.Nurhidayah penuh semangat dan perhatian kepada nasib para Pencaker ( Pencari Kerja ), warga Kabupaten Kobar.
Buktinya, hanya beberapa hari setelah Selasa 7 April 2026, Bupati bersama Menteri P2MI menandatangani kerjasama, pada Sabtu, 2 sampai 3 Mei 2026 Bupati Kobar telah membuka acara “Kobar Job Fair 2026“ di Pangkalan Bun Park .
Pengamatan penulis, pelaksanaan “Kobar Job Fair“Kobar tentunya bermuara kepada salah satu Program Unggulan Menteri P2MI Drs. H. Mukhtarudin, yakni program “GAMPIL MI“ ( Gerakan Aksi Masif Perlindungan Pekerja Migran Indonesia ). Dan program tersebut yang telah ditabur di 100 Kabupaten se-Indonesia, Kementerian P2MI juga telah tembus ke Kabupaten Kobar.
Perlu diketahui, program baru era Menteri P2MI Drs.H. Mukhtarudin yang berkaitan dengan Pencaker sudah berjalan dan juga sudah diumumkan diseluruh Kabupate/Kota di Indoneia, sebagai berikut programnya :
- GAMPIL MI ( Gerakan Aksi Masif Pelindungan Pekerja Migran Indonesia ), salah satu program unggulan beliau. Intinya jemput bola ke kabupaten/kota. Isinya – Job Fair PMI di 100 Kabupaten prioritas kantong PMI tiap triwulan. – Posko Pengaduan 24 Jam di setiap Disnaker kabupaten, langsung terhubung ke command center P2MI. – Sertifikasi Gratis BLK Komunitas buat CPMI: bahasa, skill, budaya negara tujuan.
- KREDIT PAHLAWAN DEVISA : Kerja sama BRI, Mandiri, BNI. PMI purna bisa akses KUR Rp100 juta tanpa agunan, khusus buat usaha. Syaratnya: ikut pelatihan 3 hari di job fair P2MI kabupaten. Bunga disubsidi 3% dari P2MI.
- ZERO COST – ZERO CALO : Mukhtarudin tegas soal ini. Semua proses rekrutmen di job fair kabupaten wajib gratis. Perusahaan yang pasang biaya langsung di-blacklist. Ada tim saber pungli P2MI turun langsung ke lokasi job fair.
- DESA EMAS PMI : 1 desa 1 komoditas unggulan hasil PMI purna. Contoh: Sampit fokus olahan ikan + kerajinan rotan. P2MI kasih modal awal, alat produksi, dan akses pasar ekspor via ITPC. Launching-nya dibarengin job fair kabupaten.
- DIGITALÂ SISKOP2MI MOBILE : CPMI di kabupaten bisa daftar, cek job order LN, ikut tes online, sampai tanda tangan kontrak dari HP. Di job fair ada booth bantuin instal & aktivasi. Target 2026: 1 juta akun aktif.
- PROGRAM MAGANG PLUS KE JEPANG / JERMAN : Kuota 50 ribu/tahun khusus caregiver & perawat. Lulusan SMK Kesehatan di kabupaten bisa langsung tes di job fair. Lolos = dibiayai kursus bahasa 6 bulan + tiket.
Kunci gaya Mukhtarudin adalah semua program harus “turun ke bawah”. Makanya job fair kabupaten jadi ujung tombak. Beliau sering bilang: “Jangan tunggu rakyat datang ke Jakarta, kita yang datangi rakyat”.
Kembali kepada kegiatan Kobar Job Fair dan Rekrutment 2026. Pemkab Kobar melalui Kadisnakertrans Kobar M.Yudie Hudaya, telah membuka lowongan tenaga kerja sekitar 1.600 pencaker, serta mengundang 41 perusahaan lokal dan 2 dari Lembaga Pendidikan.
“Kegiatan Kobar Job Fair dan Rekrument ini bukan sekadar formalitas dan seremonial saja , kami berinovasi pada tahun ini , para pencari kerja bukan saja hanya melihat stand yang ada,akan tetapi langsung membawa semua persyaratan lamaran pekerjaan, kemudian wawancara, bahkan langsung teken kontrak,” kata Yudie Hudaya.
Kobar Job Fair dan Rekrument ini merupakan akses terbuka dan kerja nyata bagi masyarakat Kobar , ditengah tantangan besar, pemerintah daerah hadir mendorong penyerapan tenaga kerja , dan kami menargetkan tahun ini sekitar 2000 penempatan tenaga kerja, jika job Fair ini belum memenuhi target, maka kami akan melanjutkannya.
Sementara itu, Bupati Kobar Hj.Nurhidayah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam menjawab tantangan ekonomi serta kebutuhan tenaga kerja di daerah,dimana pemerintah daerah hadir menjembatani ditengah berbagai tantangan tersebut.
“Job fair ini menjadi salah satu upaya nyata pemerintah daerah dalam memperluas akses lapangan kerja bagi masyarakat ,dan saat ini Kobar menjadi salah satu wilayah strategis bagi pencari kerja, seiring dengan perkembangan sektor industri di daerah, oleh karena itu momentum ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,“ ucap Bupati Kobar Hj.Nurhidayah.(*)












