SAMPIT – Suasana ramah tamah sekaligus serah terima jabatan (sertijab) Plt Camat Baamang berlangsung dengan penuh kebersamaan. Jabatan tersebut resmi diserahkan dari Oktav Pahlevi kepada Yudi Aprianur, Senin 4 Mei 2026.
Dalam sambutannya, Oktav Pahlevi menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan hal yang biasa dalam lingkungan aparatur sipil negara. Ia menyebut, setiap PNS telah bersumpah untuk siap ditempatkan di mana pun dan kapan pun.
“Rotasi itu hal yang wajar, apalagi di tingkat kecamatan. Ini bagian dari dinamika dalam penyelenggaraan pemerintahan,” ujarnya.
Selama kurang lebih satu bulan menjabat sebagai Plt Camat Baamang, Oktav mengaku memperoleh banyak pengalaman berharga, terutama terkait kuatnya budaya gotong royong masyarakat. Menurutnya, kebersamaan tersebut menjadi modal penting dalam pembangunan dan menjaga lingkungan tetap asri.
Ia juga menyoroti pentingnya peran Kecamatan Baamang sebagai wajah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Bersama Kecamatan MB Ketapang, Baamang dinilai menjadi pintu masuk utama, baik melalui jalur laut maupun udara.
“Kalau Baamang rusak, maka citra Kotim ikut rusak. Begitu juga dengan MB Ketapang. Dua kecamatan ini harus bersinergi membentuk wajah daerah yang baik,” tegasnya.
Oktav turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjabat terdapat kekurangan dalam sikap maupun perkataan. Ia berharap hal-hal baik dapat diteruskan, sementara kekurangan dapat diperbaiki ke depan.
Selain itu, ia menginformasikan bahwa pada 15 dan 18 Mei 2026 akan digelar MTQ dan FSQ tingkat Kecamatan Baamang di Baamang Hilir. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi persiapan menuju MTQ tingkat kabupaten yang akan dilaksanakan di Mentaya Hulu.
“Minimal kita bisa mempertahankan posisi tiga besar, bahkan kalau bisa meningkat jadi juara umum. Kuncinya tetap gotong royong dan kerja sama,” katanya.
Di sisi lain, Oktav menekankan persoalan drainase yang masih menjadi pekerjaan rumah di Baamang. Ia menyebut, saat hujan, tidak hanya rumah warga yang terdampak banjir, tetapi juga kantor kecamatan dan wilayah Baamang Tengah.
“Ini bukan hanya tugas kecamatan, tapi juga menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten melalui OPD teknis,” ungkapnya.
Sementara itu, Yudi Aprianur yang kini menjabat sebagai Plt Camat Baamang mengaku siap mengemban amanah tersebut. Ia menyebut penugasan ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan.
Yudi yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Sekretaris Camat Baamang periode 2012–2018 itu meminta dukungan dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintahan di tingkat kecamatan.
“Tidak mungkin saya bekerja sendiri. Perlu dukungan lurah, RT, damang, mantir, serta seluruh unsur forkopim kecamatan,” ujarnya.
Saat ini, Yudi juga masih menjabat sebagai Kepala Bagian Kerja Sama Setda Kotim. Ia menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor, terutama dalam menangani persoalan banjir yang belakangan disoroti, namun ini tidak hanya menjadi kewenangan kecamatan.
“Masalah banjir ini sudah lintas wilayah, sehingga perlu koordinasi lebih intens dengan pemerintah kabupaten dan kecamatan,” tegasnya. (Nardi)












