PALANGKA RAYA – PT Pertamina (Persero) mengimbau masyarakat yang belum memiliki barcode pembelian BBM subsidi, khususnya kendaraan roda empat, agar segera melakukan pendaftaran melalui SPBU maupun kantor Pertamina.
Sales Area Manager Retail Pertamina Kalteng, Donny Prasetya, mengatakan penggunaan barcode berlaku bagi kendaraan roda empat, sedangkan kendaraan roda dua tidak diwajibkan menggunakan barcode saat pengisian BBM subsidi.
Ia juga meminta masyarakat tidak panik terkait antrean BBM karena stok Pertalite dan Pertamax di sejumlah SPBU dipastikan aman.
“Makanya kami imbau supaya tenang saja karena stok tersedia di SPBU-SPBU untuk Pertalite dan Pertamax,” ujarnya saat diwawancarai awak media di halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Jumat, 8 Mei 2026.
Menurut Donny, masyarakat yang tidak mendapatkan BBM subsidi kemungkinan belum memiliki barcode sebagai syarat pembelian.
“Kami mengimbau kalau tidak kebagian karena tidak menggunakan barcode, kami sampaikan bahwa bisa mengurus barcode-nya melalui SPBU dan di Kantor Pertamina,” katanya.
Ia menjelaskan antrean panjang yang terjadi di Palangka Raya dipicu meningkatnya pembelian BBM secara bersamaan, baik Pertalite maupun Pertamax.
“Kami lihat dan amati ini terjadi peningkatan pembelian secara bersamaan baik Pertalite maupun Pertamax,” ujarnya.
Menurutnya, lonjakan pembelian juga dipengaruhi isu yang berkembang terkait keterbatasan stok dan penyesuaian harga BBM.
“Ini menyebabkan masyarakat mungkin yang sebelumnya lebih fokus mengisi Pertamax termakan isu-isu juga mungkin terkait dengan keterbatasan stok,” katanya.
“Kemudian isu-isu yang beredar terkait dengan perubahan dengan penyesuaian harga kemarin,” sambungnya.
Untuk meredam antrean dan menjaga pasokan tetap aman, Pertamina menambah distribusi BBM ke sejumlah SPBU di wilayah Palangka Raya. “Kami berusaha untuk meredam situasi dengan menambah pasokan ke SPBU-SPBU,” ucapnya.
Donny menambahkan pasokan Pertamax untuk Palangka Raya kini ditingkatkan dari rata-rata 190 kiloliter (KL) per hari menjadi 205 KL per hari.
“Kebutuhan khususnya Pertamax, karena kebutuhan Pertamax di Depot Pulang Pisau itu yang melayani Palangka Raya rata-rata 190 KL perhari ini kami tambah jadi 205 KL perhari,” jelasnya.
Selain itu, pasokan Pertalite juga dinaikkan dari kebutuhan normal 400 hingga 420 KL per hari menjadi sekitar 500 sampai 520 KL per hari.
“Kalau Pertalite berdasarkan fakta dan data yang kami miliki itu, untuk kebutuhan normalnya itu di 400 KL sampai 420 KL per hari ini kami tambah 500 sampai 520 KL perhari seharusnya itu juga aman,” pungkasnya.
(Sya'ban)












