PALANGKA RAYA – Jurnalis lingkungan di Kalimantan Tengah (Kalteng), Budi Baskoro, mengaku mendapat teror ancaman disiram air keras usai mengunggah ajakan nonton bareng film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita di akun TikTok pribadinya.
Melalui pesan singkat, ia diancam akan bernasib seperti aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andrie Yunus, yang belum lama ini mengalami penyiraman air keras.
Budi menjelaskan, dirinya mengunggah flyer kegiatan nonton bareng tersebut di akun TikTok @budibaskoro_ pada Jumat pagi, 8 Mei 2026.
“Saya memposting flyer nobar Film Pesta Babi di akun TikTok saya, @budibaskoro_, Jumat 8 Mei 2026 pagi,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat, 15 Mei 2026.
Kegiatan nonton bareng tersebut digelar di Rumput Liar Slowbar, Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, pada Jumat malam pukul 19.30 WIB.
Menurut Budi, acara itu diselenggarakan oleh LPM Mardaheka Universitas Antakusuma Pangkalan Bun bersama Lamankita.
“Tuan rumah nobar ini LPM Mardaheka Universitas Antakusuma Pangkalan Bun dan Lamankita. Ternyata posting ini viral dengan lebih dari 50 ribu viewer,” katanya.
Flyer kegiatan itu juga diunggah ulang melalui Instagram dan dijadikan story oleh Budi. Ia menyebut kegiatan nobar berjalan lancar dan dihadiri sekitar 60 peserta.
Setelah kegiatan tersebut, Budi berangkat melakukan reportase bersama jaringan NGO dan jurnalis Kompas ke wilayah Hulu Mentaya, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Namun, pada Selasa malam, 12 Mei 2026, saat perjalanan menuju Palangka Raya, ia menerima pesan ancaman melalui WhatsApp sekitar pukul 19.34 WIB.
Budi mengatakan pesan itu dikirim dari nomor +6285117423623 yang menggunakan logo Satgas Gabungan Anti DFK serta mencantumkan nama Direktorat Tindak Pidana Siber Polri pada profilnya.
Isi pesan tersebut meminta dirinya menghapus unggahan TikTok terkait film dokumenter itu disertai ancaman kekerasan.
“Kepada Sdr. Nugroho Budi Baskoro, hapuslah postingan anda dengan tautan tersebut. Jika tidak, jangan terkejut kalau kejadian Andrie Yunus akan terjadi kepada anda,” bunyi pesan yang diterimanya.
Tak lama berselang, pesan serupa juga dikirim ke nomor WhatsApp anak Budi yang tengah menempuh pendidikan di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Budi mengaku awalnya sempat ragu apakah pesan tersebut merupakan ancaman sungguhan atau modus phishing. Namun, setelah sejumlah rekannya memeriksa tautan secara manual, link tersebut memang mengarah ke unggahan TikTok miliknya.
“Dari sini saya dan kawan-kawan menyimpulkan, itu memang pesan ancaman,” ujarnya.
(Sya'ban)












