Jurnalis Kalteng Diteror Air Keras, AJI Desak Polisi Bertindak Cepat

IST/BERITASAMPIT - Budi Baskoro menunjukkan pesan ancaman yang diterimanya melalui WhatsApp usai mengunggah flyer nonton bareng film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, Jumat, 15 Mei 2026.

– Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Persiapan Banjarmasin mengutuk teror ancaman penyiraman air keras yang dialami jurnalis lingkungan di (Kalteng), Budi Baskoro, yang juga merupakan anggota AJI.

Ketua AJI Persiapan Banjarmasin, Rendy, menegaskan tindakan intimidasi terhadap Budi merupakan bentuk serangan terhadap kemerdekaan berpendapat dan kebebasan pers yang dilindungi undang-undang.

“Tindakan intimidasi terhadap Budi Baskoro adalah serangan terhadap kemerdekaan berpendapat dan pers yang dilindungi oleh undang-undang,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat, 15 Mei 2026.

AJI juga mendesak aparat penegak , khususnya Polda Kalteng, untuk mengusut identitas pengirim pesan ancaman tersebut.

“Kami meminta pihak kepolisian, khususnya Polda Kalteng, mengusut identitas pengirim pesan tersebut. Teror digital tak boleh dibiarkan tanpa konsekuensi ,” tegasnya.

Selain itu, AJI mengingatkan bahwa keselamatan jurnalis dan pegiat media harus menjadi prioritas.

“Kami mengingatkan semua pihak bahwa keselamatan jurnalis dan pegiat media adalah prioritas. Penggunaan ancaman ‘kejadian Andrie Yunus' menunjukkan adanya niat jahat untuk mereplikasi kekerasan,” katanya.

Rendy menambahkan, AJI Persiapan Banjarmasin akan terus mengawal kasus tersebut hingga tuntas dan memastikan penanganannya berjalan transparan sesuai yang berlaku.

“AJI Persiapan Banjarmasin akan terus mengawal kasus yang menimpa anggotanya hingga tuntas, memastikan proses penanganan berjalan transparan dan sesuai yang berlaku,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, berdasarkan hasil rapat koordinasi AJI Persiapan Banjarmasin bersama AJI Indonesia pada Rabu, 13 Mei 2026, kasus tersebut akan dilaporkan ke Mabes Polri.

Pelaporan itu dilakukan sebagai bentuk keseriusan dalam perlindungan terhadap jurnalis anggota AJI Persiapan Banjarmasin serta mendesak aparat penegak mengusut tuntas kasus ancaman tersebut.

Sebelumnya, Budi Baskoro mengaku mendapat ancaman disiram air keras usai mengunggah ajakan nonton bareng film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita di akun TikTok pribadinya.

Melalui pesan singkat, ia diancam akan bernasib seperti aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andrie Yunus, yang belum lama ini mengalami penyiraman air keras.

Budi menjelaskan, dirinya mengunggah flyer kegiatan nonton bareng tersebut di akun TikTok @budibaskoro_ pada Jumat pagi, 8 Mei 2026.

“Saya memposting flyer nobar Film Pesta Babi di akun TikTok saya, @budibaskoro_, Jumat 8 Mei 2026 pagi,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat, 15 Mei 2026.

Kegiatan nonton bareng tersebut digelar di Rumput Liar Slowbar, Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten , pada Jumat malam pukul 19.30 WIB.

Menurut Budi, acara itu diselenggarakan oleh LPM Mardaheka Universitas Antakusuma Pangkalan Bun bersama Lamankita.

“Tuan rumah nobar ini LPM Mardaheka Universitas Antakusuma Pangkalan Bun dan Lamankita. Ternyata posting ini viral dengan lebih dari 50 ribu viewer,” katanya.

Setelah kegiatan tersebut, Budi berangkat melakukan reportase bersama jaringan NGO dan jurnalis Kompas ke wilayah Hulu Mentaya, Kabupaten Timur.

Namun, pada Selasa malam, 12 Mei 2026, saat perjalanan menuju , ia menerima pesan ancaman melalui WhatsApp sekitar pukul 19.34 WIB.

Isi pesan tersebut meminta dirinya menghapus unggahan TikTok terkait film dokumenter itu disertai ancaman kekerasan.

“Kepada Sdr. Nugroho Budi Baskoro, hapuslah postingan anda dengan tautan tersebut. Jika tidak, jangan terkejut kalau kejadian Andrie Yunus akan terjadi kepada anda,” bunyi pesan yang diterimanya.

Tak lama berselang, pesan serupa juga dikirim ke nomor WhatsApp anak Budi yang tengah menempuh pendidikan di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Budi mengaku awalnya sempat ragu apakah pesan tersebut merupakan ancaman sungguhan atau modus phishing. Namun, setelah sejumlah rekannya memeriksa tautan secara manual, link tersebut memang mengarah ke unggahan TikTok miliknya.

“Dari sini saya dan kawan-kawan menyimpulkan, itu memang pesan ancaman,” ujarnya.

(Sya'ban)

baca juga ...  BMKG Kalteng Minta Masyarakat Waspadai Perubahan Cuaca Tiga Hari ke Depan
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!