SAMPIT – Peresmian operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) secara serentak di seluruh Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto digelar virtual, Sabtu 16 Mei 2026. Untuk di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kegiatan dipusatkan di KDMP Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Pemerintah Kabupaten Kotim terus mempercepat pembangunan KDMP sebagai langkah memperkuat ekonomi masyarakat hingga tingkat desa. Saat ini, dua unit KDMP di Kotim telah selesai dibangun sepenuhnya dan tinggal menunggu kelengkapan sarana operasional dari pemerintah pusat sebelum mulai melayani masyarakat.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kotim, Muslih mengatakan dua KDMP yang telah rampung berada di Desa Eka Bahurui dan Baamang Barat.
“Untuk tahap pertama pembangunan, target kita sudah terlampaui. Sekarang tinggal melanjutkan pembangunan tahap berikutnya,” kata Muslih.
Selain dua lokasi yang telah selesai, saat ini terdapat 12 KDMP lain yang masih dalam proses pembangunan di sejumlah desa di Kotim. Pemerintah daerah pun terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar pengerjaan bisa lebih cepat diselesaikan.
Menurut Muslih, Pemkab Kotim juga berkoordinasi bersama Dandim untuk mendukung percepatan pembangunan koperasi tersebut, terutama dalam penyediaan lahan.
“Kami berharap sampai Agustus nanti target pembangunan KDMP di Kotim bisa tercapai,” ujarnya.
Ia mengakui, kendala utama yang dihadapi saat ini berada pada penyediaan lahan, khususnya di wilayah kelurahan seperti Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Baamang.
“Dari 168 desa yang ada, banyak kendala yang disampaikan terkait penyiapan lahan. Terutama di wilayah kelurahan Ketapang dan Baamang. Karena itu kami bersama Pak Dandim membahas langkah percepatannya,” jelasnya.
Sementara untuk KDMP yang bangunannya sudah selesai, operasionalnya masih menunggu pengadaan perlengkapan dari pemerintah pusat. Pengadaan tersebut nantinya mencakup barang dagangan hingga kendaraan operasional.
“Semua pengadaan dari pusat dan satu paket. Nanti ada perlengkapan usaha, barang yang dijual, termasuk truk, pickup dan kendaraan roda tiga atau tosa,” ungkap Muslih.
Ia memastikan proses pengadaan ditargetkan tuntas tahun ini sehingga koperasi yang telah selesai dibangun bisa segera beroperasi dan melayani kebutuhan masyarakat desa.
Muslih berharap keberadaan Koperasi Merah Putih benar-benar menjadi penggerak ekonomi masyarakat dari tingkat bawah sesuai tujuan program pemerintah pusat.
“Harapannya koperasi ini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat langsung, dan masyarakat sendiri menjadi pelaku utamanya,” tuturnya.
Menurutnya, KDMP nantinya juga akan menjadi agen berbagai kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau karena distribusi barang langsung dari distributor seperti gas elpiji.
“Kami harap harga di KDMP bisa sama dengan harga distributor. Pedagang di sekitar koperasi bisa mengambil barang dari sana sehingga harga lebih terkendali dan sampai ke masyarakat tidak terlalu mahal,” ujarnya. (nardi)












