SAMPIT – Kondisi ruas Jalan HM Arsyad yang menjadi penghubung Kabupaten Kotawaringin Timur dengan Kabupaten Seruyan kembali dikeluhkan warga. Jalan yang dikenal sebagai jalur Sampit–Samuda itu mengalami kerusakan di sejumlah titik dan dinilai membahayakan pengguna jalan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
Pantauan di lapangan, beberapa bagian jalan terlihat berlubang, aspal terkelupas, hingga permukaan jalan bergelombang. Saat hujan turun, lubang jalan tertutup genangan air sehingga sulit terlihat oleh pengendara dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Kerusakan jalan tersebut diperparah dengan tingginya aktivitas kendaraan bertonase besar yang melintas setiap hari. Truk bermuatan berat diduga menjadi salah satu penyebab cepat rusaknya badan jalan di jalur tersebut.
Selain menjadi akses utama masyarakat, ruas Jalan HM Arsyad juga merupakan jalur vital penghubung distribusi barang dan aktivitas ekonomi antarwilayah. Namun kondisi jalan yang rusak justru membuat masyarakat harus ekstra hati-hati saat melintas.
“Kalau malam hari sangat berbahaya. Banyak lubang cukup dalam dan sering membuat pengendara motor hampir jatuh. Apalagi kalau kendaraan besar lewat, kami harus menghindar sambil cari jalan yang tidak berlubang,” kata Rahman, salah seorang warga yang rutin melintas di jalur tersebut, Senin 18 Mei 2026.
Menurut warga, kecelakaan lalu lintas di ruas Sampit–Samuda bukan lagi hal baru. Bahkan beberapa insiden dilaporkan pernah menimbulkan korban luka hingga meninggal dunia.
Warga berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera melakukan perbaikan menyeluruh sebelum kondisi jalan semakin parah dan memakan korban lebih banyak.
“Jangan tunggu ada korban lagi baru diperbaiki. Jalan ini akses utama masyarakat dan hak dasar warga negara untuk mendapatkan fasilitas jalan yang layak dan aman,” ujar warga lainnya.
Masyarakat juga meminta adanya pengawasan terhadap kendaraan bertonase berlebih yang melintas di jalur tersebut. Sebab jika tidak dikendalikan, perbaikan jalan dikhawatirkan tidak akan bertahan lama.
Hingga kini kondisi kerusakan jalan di sejumlah titik masih menjadi perhatian pengguna jalan yang berharap adanya langkah cepat dari pemerintah demi keselamatan masyarakat.
(Jimmy)











