SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan maskapai Super Air Jet akan mulai melayani rute penerbangan Jakarta-Sampit melalui Bandara Haji Asan Sampit pada 12 Juni 2026. Kepastian itu disampaikan usai pertemuan antara pemerintah daerah dan manajemen Super Air Jet di Rumah Jabatan Bupati Kotim, Selasa 19 Mei 2026.
Wakil Bupati Kotim Irawati mengatakan kehadiran Super Air Jet menjadi langkah penting dalam meningkatkan konektivitas transportasi udara bagi masyarakat Kotim.
Pertemuan tersebut sekaligus untuk memastikan kesiapan operasional penerbangan rute Jakarta-Sampit maupun Sampit-Jakarta.
“Kalau melihat perwakilan manajemen yang hadir hari ini, artinya ini sudah pasti dan masyarakat nantinya sudah bisa menggunakan penerbangan Super Air Jet melalui Bandara Haji Asan Sampit,” kata Irawati.
Ia menjelaskan, sebelumnya penerbangan perdana direncanakan pada 7 Mei 2026. Namun jadwal tersebut mengalami pengunduran dan dipastikan akan mulai beroperasi pada 12 Juni 2026.
Menurutnya, keberadaan penerbangan langsung menuju Jakarta akan sangat membantu masyarakat. Selama ini sebagian warga harus menempuh perjalanan ke Palangka Raya atau Pangkalan Bun terlebih dahulu untuk mendapatkan pilihan penerbangan yang lebih banyak.
“Kalau harus berangkat lewat Palangka Raya atau Pangkalan Bun tentu ada biaya tambahan lagi untuk transportasi darat, beli bahan bakar dan lainnya. Dengan adanya penerbangan langsung dari Sampit tentu lebih efisien,” ujarnya.
Irawati mengungkapkan, harga tiket penerbangan Super Air Jet untuk rute Sampit-Jakarta maupun sebaliknya saat ini berada di kisaran Rp1,5 juta.
“Harga tiket saat ini masih sekitar Rp1,5 juta dan mudah-mudahan tetap stabil serta terjangkau bagi masyarakat,” ucapnya.
Meski demikian, ia mengakui harga tiket penerbangan tetap dipengaruhi sejumlah faktor, seperti kebijakan distribusi avtur, nilai tukar dolar, hingga harga bahan bakar.
“Mudah-mudahan kebijakan distribusi dari kementerian tetap berjalan dan tidak berdampak pada kenaikan harga tiket,” harapnya.
Pemerintah daerah menilai masuknya Super Air Jet akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, investasi, dan sektor pariwisata di Kotim. Konektivitas penerbangan yang semakin baik diyakini dapat mempermudah akses investor maupun wisatawan untuk datang ke daerah tersebut.
“Adanya konektivitas penerbangan tentu akan mempermudah akses investor dan wisatawan datang ke Kotim sehingga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” jelas Irawati.
Ia menegaskan pemerintah daerah sangat mendukung bertambahnya maskapai yang beroperasi di Bandara Haji Asan Sampit karena akan memperkuat akses transportasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
(Nardi)











