Saksi Ungkap Detik-detik Pikap Bermuatan BBM Terbakar di Pundu hingga Hanguskan Rumah Warga

JIMMY/BERITASAMPIT - Pikap dan bangunan milik warga yang hangus terbakar.

SAMPIT – Kebakaran mobil pikap bermuatan bahan bakar minyak (BBM) di Jalan Tjilik Riwut Km 94, Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Selasa 19 Mei 2026, sempat membuat panik warga sekitar.

Seorang saksi mata bernama Yahya mengungkapkan, api pertama kali diketahui muncul dari bagian bawah mesin kendaraan saat mobil melintas di tanjakan.

Menurut Yahya, saat itu dirinya berada di belakang mobil pikap yang diketahui datang dari arah Pangkalan Bun dengan tujuan mengantar BBM ke wilayah pedalaman.

Awalnya ia melihat kepulan asap putih tipis keluar dari kendaraan tersebut. Namun dirinya sempat mengira asap itu berasal dari truk pengangkut CPO yang berada di sekitar jalan.

“Pas di tanjakan itu ada kukus putih tipis. Saya kira asap dari mobil CPO yang lewat. Setelah selesai tanjakan saya lihat ternyata mobil CPO itu tidak berasap,” ujarnya.

Merasa curiga, Yahya kemudian membunyikan klakson panjang untuk memberi tahu sopir pikap. Namun pengemudi diduga belum menyadari kondisi kendaraannya.

Saat memasuki tanjakan kedua, Yahya langsung menyalip dan meminta sopir menepi untuk memeriksa kendaraan.

“Pas kami periksa ternyata di bawah mesin sudah ada api kecil, seperti plastik terbakar menitik-nitik. Tidak lama kemudian kami mulai panik karena api makin terlihat,” katanya.

Mereka sempat berusaha memadamkan api menggunakan air seadanya yang diperoleh dari sekitar lokasi. Warga juga datang membantu dengan membawa alat pemadam api ringan (APAR).

Namun kobaran api dengan cepat membesar sehingga kendaraan tidak lagi bisa didekati.

“Tidak lama saya dengar ledakan pertama. Setelah meledak itu mobil langsung maju sendiri sekitar sembilan meter ke depan,” ungkap Yahya.

Api akhirnya menghanguskan satu unit mobil pikap serta sebuah warung sayur milik warga bernama Edi yang berada di dekat lokasi kejadian.

Berdasarkan data petugas Pos Sektor Kecamatan Cempaga Hulu, total kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp210 juta, terdiri dari kerusakan warung sekitar Rp60 juta dan mobil pikap sekitar Rp150 juta.

itu terjadi di Jalan Tjilik Riwut Km 94, Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten . Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan petugas.

(Jimmy)

baca juga ...  Ketua DPRD Kotim: PWI Harus Jadi Mitra Strategis Bangun Daerah
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!