Kalteng Selangkah Lebih Maju, Bahasa Prancis Masuk Kelas Sejak 2025

SYA'BAN/BERITASAMPIT - Kepala Dinas Pendidikan , Muhammad Reza Prabowo.

– Gagasan Presiden RI, Prabowo Subianto, agar sekolah-sekolah di Indonesia mulai memperkuat pembelajaran bahasa asing, termasuk Bahasa Prancis, sejatinya telah lebih dahulu dijalankan di (Kalteng).

Melalui program pembelajaran bahasa asing berbasis virtual yang digagas Dinas Pendidikan Kalteng, siswa SMA dan SMK di daerah ini sudah dapat mempelajari Bahasa Prancis sejak Oktober 2025.

Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan program tersebut awalnya menyediakan lima pilihan bahasa asing, yakni Bahasa Inggris, Jepang, Jerman, Arab, dan Prancis.

“Sejak diluncurkan pada Oktober 2025, peserta didik sudah diberikan kesempatan mempelajari lima bahasa asing sekaligus melalui platform pembelajaran virtual,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat, 29 Mei 2026.

Menurut Reza, program tersebut lahir dari kebutuhan untuk memperluas akses pendidikan di wilayah yang memiliki karakteristik geografis cukup menantang.

Ia menilai teknologi menjadi sarana efektif untuk menjembatani keterbatasan tenaga pengajar bahasa asing yang masih terjadi di sejumlah sekolah, khususnya di wilayah pelosok dan pedalaman.

“Masih banyak sekolah di pelosok dan di pedalaman yang belum memiliki guru bahasa asing. Karena itu kami memanfaatkan teknologi agar seluruh siswa bisa mendapatkan akses pembelajaran yang sama,” katanya.

Melalui sistem pembelajaran daring, siswa dari berbagai kabupaten dan kota dapat mengikuti materi yang sama tanpa terkendala jarak maupun ketersediaan guru.

“Tujuannya agar anak-anak memiliki kemampuan dan daya saing yang lebih baik di masa depan,” tambahnya.

Melihat tingginya minat peserta didik, Dinas Pendidikan Kalteng kemudian melakukan pengembangan program pada Januari 2026 dengan menambahkan Bahasa Korea dan Bahasa Mandarin.

Langkah tersebut diambil untuk menjawab kebutuhan siswa yang menginginkan lebih banyak pilihan bahasa asing sebagai bekal melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja global.

“Penambahan tersebut dilakukan berdasarkan aspirasi dan kebutuhan peserta didik yang menginginkan lebih banyak pilihan bahasa untuk menunjang pendidikan maupun peluang kerja di tingkat ,” jelas Reza.

Saat ini, program pembelajaran bahasa asing virtual di mencakup tujuh bahasa, yakni Bahasa Inggris, Jepang, Mandarin, Jerman, Prancis, Korea, dan Arab yang diajarkan secara terjadwal setiap pekan.

Reza menegaskan penguasaan bahasa asing merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki generasi muda untuk menghadapi persaingan di era globalisasi.

“Kami ingin lulusan Kalteng memiliki keunggulan kompetitif, hingga tingkat , karena itu program pembelajaran bahasa asing ini kami hadirkan sebagai bagian transformasi pendidikan yang berorientasi pada masa depan,” tegasnya.

(Sya'ban)

baca juga ...  Gubernur Agustiar Ajak Warga Maknai Paskah dengan Semangat Persatuan dan Toleransi
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!