Harga Rotan Stagnan di Rp5 Ribu per Kilogram, Petani Mengeluh!

UTOMO/BERITA SAMPIT - Ilustrasi.

SAMPIT – Kabar pahit datang dari para petani rotan di Kabupaten Timur (Kotim). Harga komoditas rotan masih stagnan di Rp5 ribu per kilogram dalam beberapa bulan terakhir. Angka ini dinilai jauh dari harga ideal yang diharapkan petani agar mampu menutup biaya produksi sekaligus memberikan keuntungan layak.

Seorang petani rotan di Batuah, Kecamatan Seranau, Kotim, Yunus (37) mengaku kian tertekan. Biaya masuk hutan, transportasi sungai, dan tenaga kerja tidak sebanding dengan harga rotan yang cuma Rp5 per kilogram.

“Kami hampir tidak mendapat untung,” kata Yunus pada Kamis 4 Juni 2026.

Menurut Yunus, idealnya harga rotan di tingkat petani berkisar Rp8 sampai Rp10 ribu per kilogram. Dengan harga sekarang, lebih baik menyimpan rotan di hutan daripada memanen rugi.

“Daripad rugi mending disimpan saja,” keluhnya.

Ia berharap pemerintah segera melakukan tindakan atau pembukaan akses pasar baru. Jika tidak segera diatasi, banyak petani yang terancam beralih profesi meninggalkan kebun rotan mereka.

“Kami tidak minta kaya, tapi bisa hidup layak dari hasil keringat sendiri. Harga Rp5 per kilogram terlalu pahit,” pungkasnya.

(Utomo)

baca juga ...  Jasad ‘Rambo' Dimakamkan, Keluarga Masih Misteri
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!