Dinkes Kotim Dorong Perusahaan Swasta Lebih Aktif Bantu Cegah Stunting melalui CSR

NARDI/BERITASAMPIT - Pj Sekda Kotim sekaligus Kadinkes Kotim Umar Kaderi.

SAMPIT – Dinas Kabupaten Timur (Kotim) terus mengajak perusahaan besar swasta (PBS) untuk mengambil peran lebih besar dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di daerah tersebut.

Kepala Dinas Kotim, Umar Kaderi, mengatakan keterlibatan dunia usaha sangat dibutuhkan karena persoalan stunting tidak dapat ditangani hanya oleh pemerintah. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci untuk menekan angka stunting secara berkelanjutan.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia, prevalensi stunting di Kotim saat ini masih berada pada angka 21,6 persen. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk terus memperkuat berbagai program intervensi.

Pj Sekda Kotim ini mengakui sejumlah perusahaan selama ini telah memberikan dukungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Bantuan tersebut dinilai cukup membantu, terutama bagi masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Sejauh ini peran dan dukungan perusahaan swasta dalam membantu penanganan stunting di Kotim sudah cukup baik, terutama melalui program CSR,” kata Umar, Selasa 16 Juni 2026.

Meski demikian, ia menilai kontribusi tersebut masih perlu diperluas karena pelaksanaannya belum merata di seluruh wilayah. Sebagian besar bantuan masih terpusat di kawasan sekitar perusahaan dan belum berjalan secara terstruktur.

Menurut Umar, pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan. Pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil menjadi faktor penting untuk mendukung tumbuh kembang anak agar lahir sehat dan memiliki kualitas yang baik.

“Penanganan stunting harus dilakukan sejak dalam kandungan. Asupan gizi ibu hamil sangat penting agar bayi lahir sehat dan tumbuh optimal,” ujarnya.

Karena itu, Pemkab Kotim akan terus mendorong perusahaan swasta agar lebih aktif terlibat dalam program-program pencegahan stunting, baik melalui dukungan gizi, maupun kegiatan sosial lainnya yang menyasar masyarakat.

Selain menggandeng dunia usaha, pemerintah daerah juga terus memperkuat berbagai program penanganan stunting melalui pelayanan , gizi, peningkatan peran posyandu serta pemberdayaan kader di tingkat masyarakat. (Nardi)


baca juga ...  Pemkab Kotim Masih Cari Sektor Unggulan untuk Dongkrak PAD Hadapi Efisiensi 2026
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!