PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) akan mengoperasikan rumah sakit keliling untuk memperluas layanan kesehatan hingga ke wilayah pedalaman.
Program tersebut didukung delapan unit bus bantuan dari Kementerian Kehutanan RI yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH-DR) Tahun 2025.
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, mengatakan bus tersebut akan dimanfaatkan sebagai rumah sakit keliling guna mendukung pelayanan rumah sakit provinsi sekaligus menjangkau masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.
“Ada bantuan dari Kementerian Kehutanan, dari DBH-DR, ada delapan mobil, mungkin nanti bertambah lagi,” ujarnya saat jumpa pers di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Minggu, 28 Juni 2026.
Menurut Agustiar, rumah sakit keliling itu akan dilengkapi berbagai layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan umum, pemeriksaan gigi, layanan rontgen, hingga tindakan operasi ringan.
“Nanti itu bisa digunakan masyarakat, kalau operasi ringan bisa, rontgen, periksa gigi, banyak sekali manfaatnya,” katanya.
Ia menambahkan, setiap bus akan diisi tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis, yang akan berkeliling ke berbagai wilayah di Kalimantan Tengah, khususnya daerah pedalaman.
“Nanti dalam mobilnya diisi dokter spesialis dan masuk ke daerah-daerah pedalaman dan berkeliling ke Kalteng,” ujarnya.
Menurut Agustiar, program tersebut merupakan upaya pemerintah menerapkan sistem jemput bola agar masyarakat di wilayah terpencil lebih mudah memperoleh layanan kesehatan.
“Supaya jemput bola ke pedalaman, di dalam bus nanti kita kirim dokter spesialis juga supaya mempermudah masyarakat berobat,” pungkasnya.
(Sya'ban)












