PALANGKA RAYA – Pihak keluarga almarhum Aipda Yudhi Perdana Putra, anggota Satresnarkoba Polres Katingan, mengaku sangat terpukul atas tragedi berdarah yang menimpa almarhum. Aipda Yudhi gugur setelah dibacok oleh keluarga terduga bandar narkoba dalam sebuah operasi penggerebekan di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, pada Kamis, 2 Juli 2026 dini hari.
​Paman Aipda Yudhi, Labih, mengatakan bahwa seluruh keluarga besar benar-benar terkejut dan tidak menyangka akan menerima kabar duka tersebut secara mendadak.
“Kita semua terkejut karena tidak tahu apa yang terjadi pada dini hari tadi. Pagi tadi baru kita dapat informasi dari grup WhatsApp. Untuk orang tuanya baru siang tadi kami kabarkan, karena kondisinya sedang kontrol kesehatan ke Banjarmasin,” ujar Labih saat diwawancarai di RS Bhayangkara, Palangka Raya, Kamis sore.
​Menurut Labih, almarhum mengalami luka parah di bagian kepala dan beberapa bagian tangan akibat sabetan senjata tajam.
“Kalau kita lihat di kepalanya, mungkin karena itu (dibacok) darah begitu banyak keluar. Di tangan juga tadi darah keluar bertetesan di lantai,” ungkapnya.
Labih menambahkan bahwa keponakannya tersebut merupakan sosok yang berdedikasi dan sudah cukup lama bertugas di wilayah hukum Polres Katingan.
“Mungkin dari dia diterima (jadi polisi),” kenangnya.
Semasa hidupnya, almarhum tinggal di Kasongan bersama anak dan istrinya, sementara orang tuanya menetap di Palangka Raya. Kepergian Aipda Yudhi meninggalkan duka mendalam bagi seorang istri dan anak yang ditinggalkannya.
​Labih pun berharap tragedi ini bisa menjadi peringatan keras bagi semua pihak mengenai bahaya nyata peredaran gelap narkoba.
“Dengan hal seperti ini, menjadi pelajaran untuk kita semua bagaimana menjauhi narkoba. Jangankan kita masyarakat awam, anggota polisi saja bisa menjadi korban seperti ini,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono, membenarkan peristiwa penggerebekan yang berakhir tragis tersebut. Ia mengungkapkan, selain gugurnya Aipda Yudhi, terdapat dua personel lainnya yang dilaporkan hilang dan hingga kini masih dalam proses pencarian intensif.
“Di-parang (dibacok) Saat ini dua orang (anggota) hilang masih dicari,” ujar Dodik saat dikonfirmasi.
​Peristiwa ini bermula ketika tim Satresnarkoba Polres Katingan melakukan operasi penindakan terhadap jaringan narkoba di Desa Tumbang Kalemei. Dalam operasi tersebut, petugas sebenarnya telah berhasil mengamankan target operasi utama, yakni seorang terduga pengedar narkoba berinisial BIO yang diketahui merupakan seorang residivis.
​Namun, situasi mendadak mencekam dan berubah ricuh ketika pihak keluarga dari terduga pelaku melakukan perlawanan sengit. Mereka menyerang petugas secara membabi buta demi membebaskan BIO.
​Melihat situasi yang mengancam keselamatan tim, petugas sempat melepaskan tembakan peringatan. Sayangnya, peringatan tersebut diabaikan. Salah satu warga yang membawa parang tetap merangsek maju dan membacok bagian kepala Aipda Yudhi hingga mengakibatkan korban gugur di lokasi kejadian.
​Merespons tindakan brutal yang mengancam nyawa tersebut, personel kepolisian terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur dengan melepaskan tembakan ke arah pelaku pembacokan bernama Teriyo (40) hingga yang bersangkutan meninggal dunia di tempat.
​”Iya, itu (warga yang meninggal) yang memarang anggota,” tegas AKBP Dodik.
​Pasca-tembakan tersebut, ketegangan di lokasi justru semakin memuncak hingga situasi menjadi tidak terkendali (chaos). Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah warga lainnya berdatangan ke lokasi kejadian sambil membawa senjata tajam dan diduga turut melengkapi diri dengan senjata api rakitan.
​Karena situasi di lapangan menjadi tidak berimbang, dua personel polisi, yakni Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, diduga terpaksa menyelamatkan diri ke area sekitar hutan dan aliran sungai hingga akhirnya dinyatakan hilang.
​Memanfaatkan situasi yang carut-marut tersebut, terduga pelaku narkoba berinisial BIO juga berhasil melarikan diri dari kawalan petugas dan kini berstatus buron.
​Saat ini, Polres Katingan bersama tim gabungan masih memfokuskan seluruh sumber daya dan personel di lapangan untuk melakukan penyisiran demi menemukan kedua anggotanya yang hilang.
“Terduga bandar masih dilakukan pencarian kita fokus ke anggota dulu,” pungkas AKBP Dodik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kronologi lengkap peristiwa tersebut, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan terhadap aparat saat operasi penindakan narkotika berlangsung.
(Syauqi)












