PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi I Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Keuangan DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sudarsono, meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya tawaran kerja di luar negeri.
Imbauan ini menyusul kasus yang menimpa Supiat, seorang warga Kabupaten Barito Selatan (Barsel) yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan sindikat penipuan daring (online scam) di Kamboja.
​Sudarsono mengingatkan agar masyarakat tidak mudah tergiur oleh iming-iming gaji tinggi dari lowongan kerja yang beredar di media sosial atau agen ilegal yang tidak dapat menjamin keselamatan pekerjanya.
“Kita berpesan kepada siapa pun yang mau berkiprah ke luar negeri sebagai tenaga kerja untuk berhati-hati dengan tawaran-tawaran yang sekiranya menggiurkan tetapi tidak memiliki kapasitas kepastian yang bisa menjamin keselamatan mereka,” ujar Sudarsono, Kamis, 9 Juli 2026.
Menurut politikus senior dari Golkar ini, prinsip kehati-hatian harus menjadi prioritas utama bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kalteng sebelum memutuskan berangkat ke luar negeri. Kasus yang menimpa Supiat diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga bagi warga lainnya.
“Sehingga kita berharap ada kehati-hatian dan kewaspadaan yang betul-betul ke depannya agar peristiwa itu tidak terjadi seperti ini. Jadi kita prihatin atas persoalan ini,” tuturnya.
​Di sisi lain, Komisi I DPRD Kalteng menyampaikan apresiasi yang tinggi atas respons cepat dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenPPMI) yang berhasil menyelamatkan dan memulangkan korban kembali ke tanah air. Sudarsono juga secara khusus memuji andil Menteri Mukhtarudin, yang memulangkan pria tersebut hingga ke daerahnya Barito Selatan.
“Kita juga sangat berterimakasih kepada Pak Menteri Mukhtarudin yang begitu cepat tanggap dan sekarang (korban) sudah sampai di pihak keluarga dengan selamat,” pungkasnya.
(Syauqi)












