Karhutla Tumbang Nusa Masih Berlangsung, Bupati Kerahkan Kekuatan Gabungan Lewat Apel Siaga

DENNY/BERITA SAMPIT - Bupati H. Ahmad Rifa'i memberikan amanat saat Apel Besar Penanganan Karhutla di Tumbang Nusa, usai ditetapkannya Status Siaga Bencana.

mempertegas komitmennya dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang hingga kini masih melanda Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Apel Besar Penanganan Karhutla yang dipimpin langsung Bupati H. Ahmad Rifa'i sebagai bentuk konsolidasi seluruh unsur yang terlibat di lapangan.

Apel siaga diikuti jajaran Forkopimda, Forkopimcam Jabiren Raya, kepala perangkat daerah, personel TNI-Polri, BPBD, relawan, serta berbagai instansi yang tergabung dalam satuan tugas penanganan karhutla. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan langkah dan memperkuat koordinasi menghadapi kebakaran yang masih berlangsung selama musim kemarau.

Bupati H. Ahmad Rifa'i mengatakan kebakaran yang terjadi di kawasan lahan gambut Tumbang Nusa sejak awal Juli masih menjadi tantangan besar karena karakteristik gambut membuat api mudah merambat di bawah permukaan tanah dan sulit dipadamkan secara menyeluruh, Senin 27 Juli 2026.

“Karhutla yang terjadi sejak awal Juli hingga sekarang masih memerlukan penanganan serius. Karena itu saya mengajak seluruh unsur yang terlibat tetap menjaga kekompakan, meningkatkan koordinasi, dan bekerja maksimal agar kebakaran tidak semakin meluas,” ujar Ahmad Rifa'i.

Menurutnya, strategi penanganan saat ini tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga menghambat penyebaran api melalui penyekatan area serta pembasahan lahan gambut. Langkah tersebut dinilai lebih efektif untuk menahan pergerakan api sambil menunggu kondisi cuaca yang lebih mendukung proses pemadaman secara menyeluruh.

Ia juga menjelaskan bahwa telah menetapkan Status Siaga Bencana Karhutla melalui Keputusan Bupati Nomor 240 Tahun 2026. Penetapan status tersebut menjadi dasar untuk memperkuat koordinasi lintas sektor sehingga seluruh sumber daya, baik personel maupun peralatan, dapat dimobilisasi secara terpadu melalui Posko Siaga Bencana Karhutla.

Mengakhiri arahannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat ikut berperan dalam upaya penanggulangan karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan api serta segera melaporkan apabila menemukan titik kebakaran. Selain ikhtiar di lapangan, ia juga mengajak masyarakat memanjatkan doa agar hujan segera turun sehingga proses pemadaman dapat berjalan lebih cepat dan dampak karhutla terhadap lingkungan, , serta aktivitas masyarakat dapat diminimalkan. (denny)

baca juga ...  Wabup Pulang Pisau Sebut Sertijab Jadi Momentum Perkuat Profesionalisme ASN
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!