Lahan Terbakar di Kotim Capai 285 Hektare, Meningkat Tajam pada Juli 2026

IST/BERITASAMPIT - Kebakaran lahan di Sampit.

SAMPIT – Luasan lahan yang terbakar di Kabupaten Timur (Kotim) sejak awal 2026 hingga akhir Juli tercatat mencapai 285 hektare. Kebakaran meningkat cukup signifikan sepanjang Juli, seiring kondisi cuaca yang semakin kering dan minimnya curah hujan.

Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Multazam mengatakan, angka 285 hektare tersebut merupakan luasan areal terbakar yang berhasil ditangani dan terpantau langsung oleh petugas di lapangan.

Sementara berdasarkan hasil pemantauan citra satelit milik Kementerian Kehutanan, luasan kawasan yang terbakar di Kotim tercatat lebih dari 300 hektare.

“Perbedaan data tersebut disebabkan metode pendataan yang berbeda. BPBD mencatat berdasarkan lokasi yang dapat dijangkau dan ditangani petugas, sedangkan Kementerian Kehutanan menggunakan pemantauan melalui citra satelit,” kata Multazam, Rabu 29 Juli 2026.

Sehingga dapat mendeteksi kawasan terbakar yang berada di luar jangkauan petugas di lapangan.

Multazam menjelaskan, luasan 285 hektare tersebut merupakan akumulasi sejak Januari 2026. Pada Februari hingga Mei, kejadian kebakaran masih relatif kecil. Namun, peningkatan signifikan terjadi pada Juli. 

“Di bulan Februari, Maret, April, Mei kecil. Nah, meningkatnya justru di bulan Juli ini. Bahkan ada yang delapan hektare, lima hektare, bahkan ada satu daerah yang 43 hektare di Pulau Hanaut,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sebagian besar kebakaran hutan dan lahan diduga berawal dari aktivitas manusia. Berdasarkan pemantauan di lapangan, api kerap bermula dari sisi jalan, kemudian meluas akibat kondisi lahan yang kering dan tiupan angin yang cukup kencang.

“Misalnya membuang puntung rokok di pinggir jalan. Seperti yang di Kilometer 8, 9, 10, 11, 12 sampai 13 Jalan Tjilik Riwut, rata-rata terjadi dimulai dari kebakaran dari pinggir jalan,” jelasnya.

baca juga ...  Tuan Rumah MTQ Tahun 2019 Kecamatan Tualan Hulu, 58 Juri Resmi Dilantik

Selain faktor kelalaian, Multazam menyebut terdapat pula indikasi kebakaran yang sengaja dilakukan manusia, terutama berkaitan dengan pembukaan lahan untuk perkebunan.

Kondisi angin kencang dari arah tenggara turut mempercepat penyebaran api. Hal tersebut membuat kebakaran yang awalnya berada di satu titik dapat dengan cepat meluas ke area sekitarnya. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!