Dewan Minta Disdik Kotim Evaluasi Sekolah Sepi Pendaftar

NARDI/BERITASAMPIT - Anggota DPRD Kotim Dapil 4 Fraksi Golkar, Mariani.

SAMPIT – Anggota DPRD Timur (Kotim) dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV, Mariani, meminta Dinas Pendidikan (Disdik) melakukan evaluasi terhadap sekolah-sekolah yang jumlah peserta didik barunya sangat sedikit pada tahun ajaran 2026/2027. 

Evaluasi tersebut dinilai penting untuk mengidentifikasi penyebab rendahnya minat masyarakat sekaligus mencari solusi peningkatan mutu pendidikan.

Permintaan itu disampaikan setelah Mariani menemukan adanya ketimpangan jumlah siswa baru di sejumlah sekolah dasar saat melaksanakan reses di wilayah Dapil IV. 

Anggota Fraksi Golkar ini mencontohkan SDN 2 Kandan yang hanya memperoleh lima peserta didik baru, sementara sekolah lain justru menerima siswa melebihi kapasitas ideal.

“SDN 2 Kandan hanya mendapatkan lima siswa baru. Sementara di Luwuk Ranggan, banyak orang tua lebih memilih menyekolahkan anaknya ke madrasah karena mempertimbangkan pendidikan agama,” ujarnya, Kamis 30 Juli 2026.

Di sisi lain, Mariani mengungkapkan SDN 1 Kandan menerima sebanyak 42 peserta didik baru dalam satu rombongan belajar. Menurutnya, jumlah tersebut melampaui ketentuan dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang membatasi maksimal 28 siswa dalam satu rombongan belajar.

“Di SDN 1 Kandan ada 42 siswa dalam satu rombel, padahal ketentuan Dapodik maksimal 28 siswa,” katanya.

Menurut Mariani, pilihan masyarakat terhadap sekolah dipengaruhi berbagai faktor. Selain pendidikan agama, kualitas proses belajar mengajar, kedisiplinan, hingga lingkungan sekolah menjadi pertimbangan orang tua dalam menentukan tempat pendidikan bagi anak-anak mereka.

Meski demikian, ia mengaku belum dapat memastikan penyebab utama minimnya jumlah pendaftar di beberapa sekolah. Karena itu, Disdik diminta melakukan evaluasi secara menyeluruh, termasuk terhadap kualitas pelayanan pendidikan maupun kinerja tenaga pendidik.

“Guru juga harus melakukan introspeksi dan mencari tahu apa yang membuat masyarakat kurang berminat menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut,” tegas politisi Partai Golkar itu.

baca juga ...  DPRD Kotim Tegaskan Pentingnya Penggunaan Kapal Pandu di Sungai Mentaya untuk Keselamatan

Ia berharap hasil evaluasi nantinya menjadi dasar pembenahan sehingga sekolah-sekolah yang kekurangan peserta didik dapat meningkatkan kualitasnya dan kembali mendapat kepercayaan masyarakat.

“Saya berharap sekolah-sekolah di Kandan bisa menjadi contoh yang baik di dapil ini,” ujarnya.

Dinas Pendidikan perlu mengumpulkan para guru untuk melakukan evaluasi bersama. Sangat disayangkan jika tenaga pendidik sudah memadai, tetapi jumlah muridnya sangat sedikit. Ke depan, seluruh sekolah harus terus meningkatkan kualitas agar semakin diminati masyarakat. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!