SAMPIT – Sebanyak 11 titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada Senin 3 Agustus 2026. Sejumlah titik berhasil dipadamkan, namun beberapa lokasi masih dalam penanganan hingga malam hari karena berada di area gambut, jauh dari akses darat, hingga sulit dijangkau petugas.
Wakil Koordinator III Satgas Karhutla Kotim, Rihel, menyampaikan titik api berada di kawasan Jalan Mohammad Hatta atau Lingkar Selatan, Jalan Bumi Raya 1, Desa Camba, Jalan Tjilik Riwut Kilometer 7 dan Kilometer 13, Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 23, Jalan HM Arsyad Kilometer 38, hingga belakang SMAN 4 Sampit.
“Ini sudah di turunkan personel, sampai saat hadir ini masih pemadaman di Km38 HM Arsyad, Km23 Jenderal Sudirman, belakang SMAN 4 dan Tjilik Riwut Km7,” kata Rihel
Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam menambahkan tiga titik lainnya yakni di Desa Batuah Kecamatan Seranau, Kebun Praktik SMKN 4 di Desa Eka Bahurui, serta Desa Lempuyang.
Menurutnya, kebakaran di Desa Batuah Seranau terkendala akses karena hanya dapat ditempuh melalui jalur sungai, sementara kondisi air sedang surut sehingga petugas harus bekerja lebih keras mencapai lokasi.
“Di Desa Batuah lokasinya jauh dan perlu menggunakan moda sungai. Karena air surut, petugas harus ekstra untuk mencapai titik kebakaran,” ujar Multazam.
Sementara itu, kebakaran di Kebun Praktik SMKN 4 Desa Eka Bahurui hingga kini belum tertangani, sedangkan di Desa Lempuyang api telah memasuki hari ketiga dengan kondisi medan sulit ditembus melalui jalur darat dan diperparah angin yang cukup kencang.
Ia menjelaskan, di Jalan HM Arsyad Kilometer 38 yang berada di wilayah Desa Bagendang Hilir dan Desa Jaya Karet, petugas masih fokus membatasi perluasan kebakaran karena titik tersebut masih mengeluarkan asap.
Sementara di Jalan Tjilik Riwut Kilometer 7, tim sudah melakukan penanganan pada pagi hingga siang hari namun kembali muncul pada sore hari dan sudah dipadamkan namun masih berasap. (Nardi)












