BNPB: Kalteng Jadi Daerah Prioritas Penanganan Karhutla

IST/BERITASAMPIT - Ilustrasi.

Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan (Kalteng) sebagai salah satu provinsi prioritas dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menjelaskan Kalteng menjadi prioritas karena karakteristik wilayahnya didominasi lahan gambut yang lebih sulit dipadamkan saat terjadi kebakaran.

“Kalteng menjadi salah satu provinsi prioritas penanganan Karhutla karena karakteristik wilayahnya didominasi lahan gambut yang sulit dipadamkan,” ujarnya saat jumpa pers di Kantor Gubernur Kalteng, , Kamis, 30 Juli 2026.

Menurut Suharyanto, hingga 30 Juli 2026 luas Karhutla di Kalteng telah mencapai 3.096,52 hektare. juga memprediksi puncak musim kemarau terjadi pada Agustus hingga September.

“Memang di Kalteng sudah terjadi kebakaran, sudah ada 3.000 hektare. Tahun 2026 ini, prediksi adalah El Nino, nanti puncaknya di Agustus dan September,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi Karhutla, BNPB telah menyiapkan berbagai langkah, mulai dari perencanaan, mitigasi, hingga pengerahan satgas darat di seluruh kabupaten dan kota.

“Kami sudah melaksanakan perencanaan, persiapan, mitigasi. Di Kalteng, satgas darat di bawah koordinasi Pangdam dan Kapolda sudah tergelar di seluruh kabupaten/kota,” paparnya.

BNPB juga menyiapkan tiga helikopter water bombing untuk mendukung operasi pemadaman Karhutla di Kalteng.

“Satgas udara juga sudah disiapkan. Saat ini ada tiga helikopter water bombing. Pak Gubernur meminta tujuh dan saya menyanggupi secara bertahap,” tuturnya.

Ia menambahkan, dalam waktu sekitar sepekan BNPB akan menambah satu helikopter water bombing. Penambahan armada berikutnya dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan.

“Mungkin dalam satu minggu ini ada tambahan satu helikopter water bombing. Nanti akan terus kami tambah. Saat ini juga tersedia dua helikopter patroli dan satu armada untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC),” imbuhnya.

Suharyanto juga menilai Operasi Modifikasi Cuaca perlu terus diperkuat karena Kalteng masih memiliki potensi pertumbuhan awan hujan yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pengendalian Karhutla.

“OMC perlu ditambah karena di Kalteng masih ada pertumbuhan awan hujan dan itu akan kami maksimalkan,” tegasnya.

(Sya'ban)

baca juga ...  Pastikan Harga Stabil! Polda Kalteng Terjunkan Satgas Pangan Selama Ramadan
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!