PULANG PISAU – Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa'i mengingatkan pentingnya respons cepat seluruh pemerintah daerah dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berpotensi meningkat selama musim kemarau. Menurutnya, langkah antisipasi tidak boleh menunggu kondisi semakin memburuk, mengingat kemarau diperkirakan berlangsung hingga November 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Rifa'i usai mengikuti rapat koordinasi penanganan karhutla bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah. Rapat dipimpin Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dan dihadiri Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan, serta kepala daerah se-Kalimantan Tengah.
Rifa'i mengatakan, dalam rapat tersebut Gubernur Kalimantan Tengah meminta seluruh bupati, wali kota, dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) segera mengambil langkah konkret menghadapi ancaman karhutla. Beberapa di antaranya dengan menetapkan status siaga darurat, menyiapkan anggaran operasional, serta memperkuat koordinasi bersama Forkopimda agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Menurutnya, kesiapan administrasi dan dukungan anggaran menjadi bagian penting agar proses penanganan di lapangan tidak terhambat ketika kebakaran terjadi. Dengan demikian, mobilisasi personel maupun sarana pendukung dapat dilakukan secara efektif sesuai kebutuhan.
Rifa'i mengungkapkan, hingga saat ini luas lahan yang terdampak kebakaran di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, mencapai sekitar 104 hektare. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan yang terlibat dalam operasi pemadaman karena telah bekerja tanpa henti untuk mengendalikan api di kawasan tersebut.
“Operasi darat gabungan dengan kekuatan sekitar 416 personel sangat membantu proses pemadaman dan penanganan karhutla di Desa Tumbang Nusa,” ujar Bupati Ahmad Rifa'i, Sabtu 1 Agustus 2026.
Ia menambahkan, tantangan utama yang dihadapi petugas adalah karakteristik lahan gambut dengan kedalaman mencapai sekitar 30 meter sehingga api mudah bertahan di bawah permukaan tanah. Selain itu, ketersediaan sumber air di sekitar lokasi juga semakin terbatas akibat musim kemarau, sehingga diperlukan koordinasi dan dukungan seluruh pihak agar upaya penanganan dapat berjalan lebih optimal. (denny)












