PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama musim kemarau.
Hal itu disampaikannya saat memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Murung Raya di halaman Kantor Bupati Murung Raya, Puruk Cahu, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Agustiar mengatakan, berdasarkan BMKG, puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026 sehingga diperlukan kesiapsiagaan seluruh pihak.
“Berdasarkan prakiraan, puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026 sehingga diperlukan kesiapsiagaan seluruh pihak,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu Karhutla.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan ataupun membersihkan lahan dengan cara membakar sebab itu bisa menjadi potensi Karhutla,” katanya.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada pemerintah desa, kelurahan, maupun BPBD apabila menemukan titik api atau kepulan asap agar dapat segera ditangani.
“Kalau ada titik api atau kepulan asap besar segera melaporkan ke pemerintah desa, kelurahan, maupun BPBD untuk segera dipadamkan,” tegasnya.
Agustiar menegaskan penanganan Karhutla membutuhkan sinergi pemerintah, aparat, dan masyarakat.
“Sinergi dan kolaborasi adalah kunci penanganan Karhutla di Kalteng. Kita harus bahu-membahu mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya.
Sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau, Pemerintah Provinsi Kalteng telah menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla hingga 31 Oktober 2026.
(Sya'ban)












