Pemkab Kotim Perjuangkan Koperasi Lokal Kelola Langsung Sawit Eks Sitaan Satgas

NARDI/BERITASAMPIT - Pemkab Kotim Audiensi dengan PT Agrinas Palma Nusantara.

SAMPIT (Kotim) memperjuangkan agar koperasi lokal, kelompok tani (Poktan), dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) dapat menjadi mitra langsung PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dalam pengelolaan kebun sawit eks hasil penertiban Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).

Upaya tersebut dibahas dalam audiensi antara Pemkab Kotim dan PT Agrinas Palma Nusantara di Rumah Jabatan Bupati Kotim, Selasa 4 Agustus 2026. Pertemuan dihadiri Bupati Kotim Halikinnor, Ketua DPRD Kotim Rimbun, Asisten II Setda Kotim Rody Kamislam, serta jajaran PT Agrinas.

Asisten II Setda Kotim Rody Kamislam mengatakan, audiensi tersebut merupakan tindak lanjut rencana kemitraan pengelolaan lahan yang kini berada di bawah pengelolaan PT Agrinas setelah diserahkan oleh Satgas PKH.

“Agrinas datang ke Pemkab Kotim terkait rencana menjalin kemitraan terhadap lahan yang dulu dititipkan ke Agrinas untuk dikerjasamakan dengan kelompok masyarakat sekitar,” ujar Rody.

Menurutnya, Pemkab menginginkan pola kerja sama yang langsung melibatkan koperasi, Poktan maupun Gapoktan yang selama ini berada di sekitar kawasan pengelolaan.

Rody mengungkapkan, keinginan tersebut muncul karena banyak dinamika di lapangan. Masyarakat berharap tetap dilibatkan dalam pengelolaan kebun sawit meski lahan telah beralih ke pengelolaan Agrinas.

“Kita berharap kerja sama dilakukan langsung dengan koperasi, kelompok tani atau Gapoktan. Alhamdulillah, harapan dan permintaan dari pemerintah daerah ini disambut baik oleh Agrinas,” katanya.

Ia menjelaskan, pola tersebut berbeda dengan skema sebelumnya yang melibatkan badan usaha lain sebagai pihak ketiga. Kini, Pemkab menginginkan hubungan kemitraan berlangsung langsung antara PT Agrinas dengan koperasi masyarakat.

“Kalau dulu dipihakketigakan dengan badan usaha lain, sekarang sudah mengerucut sesuai harapan masyarakat, pemerintah daerah dan DPRD. Nantinya bisa dikerjasamakan langsung dengan koperasi, kelompok tani maupun Gapoktan yang saat ini mengelola sawit di lapangan,” jelasnya.

Rody menegaskan, kemitraan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan perkebunan sekaligus memberi kepastian bagi kelompok-kelompok yang selama ini bergantung pada sektor sawit.

Sementara itu, Direktur Kemitraan dan Plasma PT Agrinas Palma Nusantara, Seger Budiarjo, menyatakan kunjungannya ke Kotim bertujuan menyinergikan program Agrinas dengan pemerintah daerah dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan lahan eks PKH.

Ia mengaku menyambut baik usulan Pemkab Kotim agar koperasi lokal menjadi mitra utama dalam pengelolaan kebun sawit tersebut.

“Prinsipnya memang masyarakat yang ada di Timur ini yang diprioritaskan,” tegas Seger.

Menurutnya, koperasi yang akan bermitra harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya memiliki badan , kepengurusan yang jelas, keanggotaan yang valid, serta memiliki KBLI sesuai ketentuan. Seluruh calon mitra nantinya akan diverifikasi oleh tim PT Agrinas.

Seger menambahkan, pembagian hasil kerja sama nantinya akan ditentukan secara profesional dengan melibatkan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) sehingga hak koperasi maupun PT Agrinas dapat dihitung secara objektif sesuai kondisi kebun dan investasi yang dikeluarkan.

Ia memastikan hasil audiensi bersama Pemkab Kotim akan segera ditindaklanjuti melalui kantor regional Agrinas di Sampit untuk mempercepat terbentuknya kemitraan dengan koperasi-koperasi lokal. (Nardi)

baca juga ...  Bupati Kotim Tekankan Pentingnya Akhlak Generasi Muda di Era Digital
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!