SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah menyusul semakin pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai menyelimuti wilayah Kotim, terutama pada pagi hari.
Wakil Bupati Kotim, Irawati, mengatakan pemerintah memahami kekhawatiran masyarakat terhadap dampak kabut asap, khususnya bagi kesehatan anak-anak usia sekolah.
“Terima kasih atas perhatian, kepedulian, dan masukan yang telah disampaikan. Kami sangat memahami kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi kabut asap yang saat ini mulai berdampak pada kesehatan, khususnya bagi anak-anak usia sekolah,” ujarnya, Jumat 7 Agustus 2026.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Kotim di bawah arahan Bupati Halikinnor telah menerbitkan Surat Edaran Bupati mengenai penyesuaian pelaksanaan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan perkembangan kualitas udara di masing-masing wilayah.
Irawati mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama kabut asap masih terjadi.
Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, serta terus mengikuti informasi resmi yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Kotim.
“Terima kasih atas kepedulian dan partisipasi masyarakat. Insyaallah, pemerintah akan terus hadir dan bekerja maksimal untuk melindungi kesehatan serta keselamatan seluruh warga Kotim,” katanya.
Ia juga berharap musim kemarau segera berakhir sehingga kebakaran hutan dan lahan dapat segera teratasi, kualitas udara kembali membaik, dan masyarakat dapat beraktivitas dengan normal tanpa terganggu kabut asap. (Nardi)












