Agustus Baru Sepekan, Lonjakan Hotspot Kotim Capai 740 Titik

IST/BERITASAMPIT - Karhutla yang terjadi di Kotim.

SAMPIT – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Timur (Kotim) semakin mengkhawatirkan. Memasuki Agustus 2026, jumlah titik panas atau hotspot melonjak tajam dan dalam waktu sepekan telah mencapai 740 titik.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) per 8 Agustus 2026 mencatat, jumlah tersebut jauh meningkat dibandingkan Juli 2026 yang berada di angka 290 hotspot.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam menyampaikan, secara akumulatif sepanjang Januari hingga Agustus 2026, jumlah hotspot di Kotim telah mencapai 1.257 titik.

Angka ini hampir tiga kali lipat dibandingkan total hotspot sepanjang 2025 yang tercatat sebanyak 453 titik.

“Sebaran hotspot juga terjadi di sejumlah wilayah. Kota Besi menjadi kecamatan dengan jumlah hotspot tertinggi sepanjang 2026, yakni 241 titik. Kemudian Mentawa Baru Ketapang 152 titik, Mentaya Hilir Utara 138 titik, Seranau 135 titik dan Antang Kalang 101 titik,” kata Multazam dalam laporannya.

Sementara itu, Teluk Sampit tercatat 73 hotspot, Baamang 69 titik, Telaga Antang 60 titik, Mentaya Hulu 50 titik, Bukit Santuai 47 titik, Parenggean 46 titik, Telawang 45 titik, Cempaga 34 titik, Cempaga Hulu 29 titik, Tualan Hulu 22 titik, Pulau Hanaut 14 titik dan Mentaya Hilir Selatan satu titik.

Tingginya jumlah hotspot tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas penanganan karhutla di lapangan.

Hingga 8 Agustus 2026, tercatat 203 kejadian penanganan karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 373,87 hektare.

Luas kebakaran terbesar tercatat di Mentawa Baru Ketapang mencapai 92 hektare, disusul Baamang 85,67 hektare dan Pulau Hanaut 82,65 hektare.

Kondisi ini membuat Satgas Karhutla yang melibatkan berbagai instansi harus terus bergerak menangani titik-titik kebakaran yang muncul di sejumlah wilayah, yang dalam sehari bisa mencapai belasan kejadian. (Nardi)


baca juga ...  Warga Resah Anjing Liar Berkeliaran di Sekitar Pasar Eks Mentaya Sampit
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!