PALANGKA RAYA – Gedung Biro Kesejahteraan Rakyat dan Biro Perekonomian Setda Kalimantan Tengah (Kalteng) di kompleks Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, terbakar, Rabu dini hari, 12 Agustus 2026.
Pantauan Berita Sampit di lokasi sekitar pukul 04.47 WIB, garis polisi telah terpasang di sekitar area kebakaran dan petugas masih melakukan pemadaman serta pendinginan.
Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kalteng, Eric Dovico, mengatakan penyebab kebakaran masih belum diketahui dan akan didalami pihak berwenang.
“Kita serahkan sepenuhnya ke pihak yang berwenang untuk proses lebih lanjutnya, karena sementara kita hanya melihat kondisi saat ini,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu dini hari.
Eric mengatakan, terkait kerugian akibat kebakaran juga masih belum dapat dipastikan. Perhitungan akan dilakukan melalui proses sesuai ketentuan.
“Dan yang pasti terkait kerugian ataupun materiil yang lainnya tetap nanti melalui proses-proses yang ada,” katanya.
Sementara itu, Ketua Regu Jaga Malam Satpol PP Kalteng, Mestyan, mengatakan petugas sebelumnya melakukan patroli keliling di sekitar kompleks Kantor Gubernur sekitar pukul 02.00 WIB.
Mestyan mengatakan petugas mengetahui adanya kebakaran setelah salah seorang rekannya berteriak melihat kobaran api.
“Teman saya teriak, kami upayakan menelepon Damkar, mengupayakan semua supaya bisa cepat dipadamkan,” katanya.
Petugas Satpol PP juga sempat berupaya menggunakan hidran yang tersedia di lokasi. Namun, hidran tersebut tidak dapat digunakan karena tidak mengeluarkan air.
“Kami menelepon pihak Damkar, membuka hidran tidak bisa terbuka. Terbuka, dan ternyata air kosong,” ungkapnya.
Mestyan memastikan tidak ada orang di lokasi saat kebakaran terjadi. Namun, ia belum dapat memastikan waktu pasti api mulai muncul.
“Saat kejadian tidak ada di tempat. Saya tidak bisa pastikan, tapi sepertinya sekitar pukul 02.00 lewat,” ujarnya.
Kebakaran tersebut mengakibatkan sejumlah dokumen dan peralatan elektronik di dalam gedung turut terbakar. Hingga berita ini ditulis, nilai kerugian akibat kebakaran masih belum diketahui.
(Sya'ban)












