SAMPIT – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong pemerintah daerah memperkuat sarana dan prasarana penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ketersediaan peralatan dinilai menjadi salah satu faktor penting agar pemadaman di lapangan dapat dilakukan lebih cepat.
Ketua Fraksi PKB DPRD Kotim, Muhammad Abadi, meminta Pemkab Kotim segera memenuhi sejumlah kebutuhan yang masih menjadi kendala BPBD, terutama selang dan mesin pemadam.
Menurutnya, kebutuhan tersebut harus menjadi perhatian di tengah kondisi kemarau dan meningkatnya potensi karhutla.
Abadi menyebut anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak dalam penanganan bencana.
Ia meminta pemerintah daerah tidak menunda realisasi anggaran apabila kebutuhan peralatan memang sudah disampaikan oleh BPBD.
“Kekurangan selang yang disampaikan BPBD untuk penanganan karhutla agar segera diupayakan melalui BTT. Termasuk mesin, kalau memang dibutuhkan, supaya bisa segera direalisasikan,” kata Abadi, Rabu 12 Agustus 2026.
Fraksi PKB Kotim bersama Ketua DPC PKB Kotim Pipit Setyorini yang juga Anggota DPRD Kalteng sebelumnnya telah mengunjungi Posko BPBD Kotim dan meninjau langsung proses pemasakan karhutla di lapangan.
Dalam kunjungan itu, rombongan juga memberikan dukungan berupa minuman dan multivitamin kepada para relawan yang bertugas di tengah penanganan karhutla.
Menurut Abadi, bantuan kepada personel di lapangan perlu dibarengi dengan penguatan peralatan. Keterbatasan sarana pemadaman dikhawatirkan membuat petugas kesulitan menangani kebakaran, khususnya pada lokasi yang sulit dijangkau.
Selain peralatan, Abadi juga meminta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) ikut mengambil peran dalam menyediakan sumber air untuk kebutuhan pemadaman.
“Saya juga meminta Dinas SDABMBKPRKP membantu membuat embung sebagai sumber air. Ini penting untuk mendukung petugas ketika melakukan pemadaman di lapangan,” ujarnya.
Ia berharap langkah konkret segera dilakukan pemerintah daerah, baik dalam pemenuhan peralatan maupun penyediaan sumber air. Penguatan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mempercepat penanganan karhutla di Kotim selama musim kemarau. (Nardi)












