Karhutla Kotim hingga Pertengahan Agustus Capai 2.466 Hotspot dan 1.207 Hektare Lahan Terbakar

IST/BERITASAMPIT - karhutla yang terjadi di Kotim.

SAMPIT — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten (Kotim) menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang 2026. Berdasarkan rekapitulasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim per 15 Agustus 2026, tercatat 2.983 hotspot atau titik panas sepanjang tahun ini.

Dari jumlah tersebut, 2.466 hotspot terdeteksi pada Agustus 2026, sekaligus menjadi bulan dengan kemunculan titik panas tertinggi sepanjang tahun.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengatakan, selain tingginya jumlah hotspot, penanganan Karhutla hingga pertengahan Agustus juga telah mencapai ratusan kejadian.

“Total penanganan kejadian Karhutla yang dicatat hingga pertengahan Agustus 2026 mencapai 317 kejadian dengan total luas lahan terbakar 1.207,3 hektare,” kata Multazam.

Jumlah hotspot pada 2026 tersebut meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, BPBD mencatat sebanyak 453 hotspot, sehingga terjadi peningkatan lebih dari enam kali lipat.

Berdasarkan sebarannya, Kecamatan Teluk Sampit menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 601 titik, dengan 582 di antaranya muncul pada Agustus. Selanjutnya Kota Besi sebanyak 514 titik, Mentaya Hilir Utara 300 titik, Seranau 299 titik, Mentawa Baru Ketapang 282 titik, dan Baamang 244 titik.

Hotspot di kecamatan lainnya tercatat sebanyak 130 titik di Mentaya Hilir Selatan, Antang Kalang 119 titik, Bukit Santuai 91 titik, Telawang 70 titik, Telaga Antang 66 titik, Cempaga 63 titik, Parenggean 57 titik, Cempaga Hulu 54 titik, Mentaya Hulu 48 titik, Tualan Hulu 31 titik, serta Pulau Hanaut 14 titik.

Namun, tingginya jumlah hotspot tidak selalu berbanding lurus dengan luas lahan terbakar. Kecamatan Seranau justru menjadi wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar.

Seranau mencatat 703,5 hektare lahan terbakar dari empat kejadian penanganan. Luasan tersebut mencapai 58,27 persen dari total luas lahan terbakar di Kotim.

Selanjutnya Mentawa Baru Ketapang mencatat 139,8 hektare dari 114 kejadian, Baamang 114,6 hektare dari 142 kejadian, Pulau Hanaut 82,65 hektare dari empat kejadian, Parenggean 58,5 hektare dari lima kejadian, Kota Besi 33,6 hektare dari 14 kejadian, dan Mentaya Hilir Selatan 30 hektare dari enam kejadian.

Sementara itu, Mentaya Hilir Utara mencatat 13,8 hektare, Teluk Sampit 13,3 hektare, Telawang 13,05 hektare, Cempaga Hulu 2 hektare, Mentaya Hulu 1,45 hektare, dan Cempaga 1 hektare.

Adapun Antang Kalang, Telaga Antang, Bukit Santuai, dan Tualan Hulu belum tercatat memiliki kejadian penanganan maupun luasan lahan terbakar hingga 15 Agustus 2026.

Petugas BPBD Kotim bersama instansi gabungan satgas Karhutla masih harus menghadapi potensi peningkatan kejadian Karhutla di tengah kondisi musim kemarau. (Nardi)


baca juga ...  Harga Bawang Merah dan Telur di Kotim Cenderung Naik Jelang Ramadan
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!