PULANG PISAU – Dalam upaya meningkatkan budaya literasi sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) meluncurkan inovasi perpustakaan terapung yang beroperasi di sepanjang Sungai Kahayan, Kabupaten Pulang Pisau, Senin 17 Agustus 2026.
Perpustakaan terapung ini memanfaatkan kapal kepolisian yang diubah menjadi ruang baca kreatif. Di dalamnya, tersusun rapi berbagai jenis buku mulai dari cerita anak, novel, hingga literatur tentang hukum dan keselamatan publik.
Inisiatif ini dihadirkan untuk menyasar masyarakat pesisir sungai yang memiliki akses terbatas menuju perpustakaan konvensional.
Sejak hari pertama peluncurannya, armada ini langsung menyedot perhatian warga setempat, khususnya anak-anak yang tampak antusias menyerbu kapal untuk membaca. Tanpa dipungut biaya alias gratis, pengunjung dapat membaca di tempat, meminjam buku, hingga mengikuti sesi membaca bersama yang digelar setiap akhir hari.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, melalui Dirpolairud Kombes Pol Dony Eka Putra, menyampaikan bahwa personel kepolisian turut diterjunkan langsung sebagai pemandu literasi.
“Anggota polisi di lapangan tidak hanya membantu membimbing anak-anak membaca, tetapi juga memberikan edukasi terkait pentingnya kesadaran hukum dan keselamatan diri,” tutur Kombes Pol Dony Eka Putra.
Masyarakat menyambut positif hadirnya perpustakaan terapung ini. Warga berharap kapal tersebut tidak sekadar menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi wadah kreativitas dan ruang interaksi sosial yang positif antara aparat dan warga.
Lebih dari sekadar fasilitas membaca, program “Kapal Melek Huruf” ini menjadi simbol sinergi nyata antara pendidikan dan penegakan hukum dalam membangun generasi muda yang cerdas dan sadar hukum di Kalimantan Tengah.(im/bs)











