SAMPIT – Gudang yang terbakar di Jalan SPG Permai, RT 56/RW 04, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MB Ketapang), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin 17 Agustus 2026 dikabarkan menyimpan sejumlah peralatan yang akan digunakan untuk kebutuhan Sekolah Rakyat.
Informasi mengenai isi gudang disampaikan warga setempat, Yasmin. Ia menyebut, berdasarkan informasi yang diterimanya, gudang tersebut digunakan untuk menyimpan berbagai perlengkapan sekolah, di antaranya meja dan kursi.
“Informasinya menyimpan peralatan Sekolah Rakyat seperti meja dan kursi,” kata Yasmin saat ditemui di lokasi kejadian.
Ketua RT 56, Untung Ratmo, mengatakan, penggunaan gudang sebelumnya disampaikan hanya berlangsung selama dua bulan, terhitung sejak Mei 2026. Namun, hingga kebakaran terjadi, gudang tersebut masih digunakan.
“Awalnya dibilang hanya janji dua bulan, sejak Mei lalu tetapi sudah lewat dua bulan masih dipakai. Kabarnya karyawannya libur mengantar temannya ke Palangka Raya,” kata Untung.
Menurut Untung, selama gudang tersebut beroperasi, aktivitas bongkar muat cukup terlihat. Sebuah mobil pikap disebut kerap keluar masuk untuk mengangkut maupun menurunkan barang dari gudang.
“Kalau gudangnya beroperasi, biasanya ada pikap yang bongkar muat,” ujarnya.
Ia juga menyebut pemilik gudang berada di luar kota. Namun, mengenai siapa pemilik maupun pihak yang mengelola gudang tersebut, belum ada keterangan lebih lanjut.
Sebelumnya, gudang tersebut terbakar sekitar pukul 15.55 WIB. Kobaran api terlihat cukup besar dan dengan cepat menjalar ke bagian bangunan. Petugas pemadam kebakaran bersama warga dan relawan langsung berjibaku melakukan pemadaman.
Warga setempat, Yasmin, sebelumnya menyebut gudang tersebut dikabarkan menyimpan sejumlah peralatan Sekolah Rakyat, seperti meja dan kursi.
“Informasinya menyimpan peralatan Sekolah Rakyat seperti meja dan kursi,” kata Yasmin.
Pantauan di lokasi, sejumlah puing meja dan kursi terlihat hangus terbakar hingga menyisakan arang. Material yang terbakar tersebut tampak berserakan di sekitar bangunan gudang.
Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah gudang tersebut memang secara khusus digunakan untuk menyimpan peralatan yang akan diperuntukkan bagi Sekolah Rakyat Terpadu. Informasi mengenai kepemilikan maupun fungsi gudang masih menunggu keterangan resmi dari pihak terkait.
Sementara itu, hingga pukul 17.00 WIB, petugas pemadam kebakaran bersama relawan pemadam api masih berada di lokasi. Mereka melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi kembali menyala.
Penyebab kebakaran serta nilai kerugian akibat peristiwa tersebut hingga kini belum diketahui.
(Jimmy)











