PALANGKA RAYA – Kalimantan Tengah (Kalteng) berada di urutan kesembilan secara nasional dalam kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, mengatakan titik panas atau hotspot saat ini beriringan dengan kejadian kebakaran di sejumlah wilayah.
“Hotspot dengan titik kebakaran selalu beriringan, kita urutan sembilan secara nasional sekarang,” ujarnya saat ditemui di Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Senin, 17 Agustus 2026.
Agustiar mengatakan Kalteng sebelumnya sempat mencatat jumlah hotspot tertinggi secara nasional. Namun, kondisi tersebut tidak diikuti dengan tingginya kejadian kebakaran.
“Kemarin sempat hotspot-nya di angka paling tinggi se-Indonesia tapi kebakarannya rendah, dan sekarang kita di posisi sembilan,” katanya.
Menurut Agustiar, kondisi karhutla di Kalteng saat ini masih dapat diatasi. Ia menyebut penanganan tersebut tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak.
“Semua ini berkat kerja keras, kolaborasi, sinergi, TNI, Polri, hingga elemen masyarakat Kalteng,” ujarnya.
Untuk diketahui, berdasarkan data BPBD Kalteng per 17 Agustus 2026, luas hutan dan lahan yang terbakar mencapai 3.657,72 hektare.
Data tersebut juga mencatat 1.418 kejadian karhutla dengan 570 titik hotspot yang tersebar di seluruh wilayah Kalteng.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalteng telah menetapkan status siaga darurat karhutla hingga 31 Oktober 2026.
(Sya'ban)











