Kabut Asap Karhutla Muncul, Gubernur Kalteng Bandingkan dengan 2015

SYA'BAN/BERITASAMPIT - Asap terlihat muncul di kawasan Jalan Yos Sudarso, , , Selasa pagi, 18 Agustus 2026.

– Gubernur (Kalteng), Agustiar Sabran, menyebut kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalteng masih tergolong normal.

Agustiar mengatakan jarak pandang di sejumlah wilayah masih normal dan belum terganggu secara signifikan akibat kabut asap.

“Sampai sekarang itu jarak pandangnya normal saja, kita ingat tahun 2015 jarak pandangnya itu bisa sampai 4 meter bahkan 2 meter,” katanya saat ditemui di Kantor Gubernur Kalteng, , Senin, 17 Agustus 2026.

Ia membandingkan kondisi karhutla saat ini dengan situasi pada 2015. Menurutnya, kabut asap saat itu jauh lebih pekat hingga mengganggu aktivitas penerbangan.

“Ini kan sudah masuk puncak El Nino, kalau dulu 2015 pesawat tidak bisa terbang, kalau sekarang masih bisa dan normal-normal saja,” bebernya.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Kalteng masih mempertimbangkan untuk menaikkan status penanganan karhutla dari siaga darurat menjadi tanggap darurat.

Agustiar mengatakan kondisi karhutla saat ini masih dalam batas yang dapat ditangani. Pemerintah juga terus memantau perkembangan kondisi di lapangan.

“Kalau sekarang masih turun naik, turun naik, ini kemaraunya seperti tahun 2015,” jelasnya.

Sejumlah wilayah menjadi perhatian pemerintah dalam penanganan karhutla, di antaranya , , Sampit, dan Pangkalan Bun.

“Untuk sementara , , Sampit, Pangkalan Bun, tapi bukan berarti tidak kita antisipasi, tetap antisipasi,” paparnya.

Agustiar menegaskan penanganan karhutla di Kalteng masih dapat dilakukan melalui kerja sama berbagai pihak.

“Semua ini berkat kerja keras, kolaborasi, sinergi, TNI, Polri, hingga elemen masyarakat Kalteng,” tegasnya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBD) Kalteng per 17 Agustus 2026, luas hutan dan lahan yang terbakar mencapai 3.657,72 hektare.

Data tersebut mencatat 1.418 kejadian karhutla dengan 570 titik hotspot yang tersebar di Kalteng. Saat ini, Pemprov masih menetapkan status siaga darurat karhutla yang berlaku hingga 31 Oktober 2026.

(Sya'ban)

baca juga ...  Dorong Kreativitas Siswa, Pemprov Kalteng Luncurkan Program BERSINERGI
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!