SAMPIT – Sebanyak 38.261 penerima manfaat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi sasaran penyaluran Bantuan Pangan Beras periode Juli-September 2026.
Launching penyaluran bantuan pangan tersebut dilaksanakan di Taman Kota Sampit, Rabu 19 Agustus 2026, bersamaan dengan Gerakan Pangan Murah dan dihadiri Bupati Kotim Halikinnor.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim Yephi Hartady Periyanto mengatakan, penerima bantuan merupakan masyarakat yang masuk dalam desil 1 sampai 4.
Setiap penerima mendapatkan alokasi bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan. Dengan demikian, untuk periode tiga bulan, setiap penerima akan mendapatkan total 30 kilogram beras.
“Untuk hari ini, masing-masing penerima yang nantinya akan dilaksanakan secara simbolis akan menerima tiga karung beras seberat 10 kilogram, jadi ada 30 kilogram beras untuk satu penerima,” jelas Yephi.
Ia mengatakan, penyaluran bantuan sebenarnya telah berjalan. Adapun kegiatan di Taman Kota Sampit menjadi bagian dari launching dan penyerahan secara simbolis.
Yephi menjelaskan, program bantuan pangan tersebut juga menjadi bagian dari strategi menjaga ketersediaan beras. Penyaluran dilakukan bersinergi dengan Bulog untuk menggeser cadangan beras yang masih berada di gudang.
Langkah tersebut dilakukan karena hasil panen dari pertanaman Mei dan Juni 2026 mulai memasuki masa panen. Beras hasil panen baru dari penggilingan nantinya akan masuk untuk memperbarui cadangan yang tersedia.
“Walaupun kita dalam kondisi seperti saat ini dan mungkin masyarakat ada kekhawatiran akan kelangkaan, kami bisa pastikan bahwa stok beras kita relatif aman,” ujarnya.
Yephi menyebut, ketersediaan beras diharapkan tetap aman setidaknya hingga September. Hasil panen pada Juli dan Agustus diharapkan dapat menjadi cadangan beras baru.
Sementara itu, Bupati Kotim Halikinnor meminta penyaluran bantuan pangan dilakukan secara tepat sasaran, tepat jumlah dan tepat waktu. Ia juga menekankan pentingnya penyaluran yang tertib, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Bantuan pangan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah, khususnya kepada keluarga penerima manfaat, agar kebutuhan pangan dapat terpenuhi dan beban pengeluaran rumah tangga dapat diringankan,” kata Halikinnor.
Ia berpesan kepada penerima agar bantuan yang diterima dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Kepada seluruh jajaran yang terlibat, Halikinnor meminta agar penyaluran dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab serta memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. (nardi)











