SAMPIT – Peningkatan Jalan Tjilik Riwut, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mulai dikerjakan. Proyek tersebut mencakup peningkatan badan jalan sekaligus pembangunan drainase untuk mengatasi persoalan genangan di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bagus Anugrah Nusantara mengatakan, pekerjaan tersebut memiliki masa kontrak mulai 10 Juli hingga 7 Desember 2026.
“Kalau kontrak sudah dari tanggal 10 Juli dan nanti selesainya 7 Desember. Di Jalan Tjilik Riwut itu ada dua item, fokus utamanya sebenarnya drainase,” kata Bagus, Selasa 18 Agustus 2026.
Meski drainase menjadi pekerjaan utama, peningkatan badan jalan juga dilakukan. Hal ini berdasarkan kajian teknis bahwa pembangunan drainase tanpa diikuti penyesuaian elevasi jalan dinilai belum cukup untuk mengatasi genangan.
“Secara teknis, drainase kalau tidak diimbangi dengan peningkatan jalan akan kalah. Nanti malah tetap banjir. Jadi setelah kita telaah, Jalan Tjilik Riwut memang memerlukan leveling ulang,” jelasnya.
Saat ini, pekerjaan peningkatan badan jalan mulai masuk tahap recycling aspal menggunakan metode CTRB. Ruas yang ditangani tahun ini memiliki panjang sekitar 675 meter.
“Untuk recycling aspal dimulai hari ini, tanggal 18, dan rencananya besok sudah selesai dan bisa dilewati,” ujarnya.
Setelah proses recycling, badan jalan masih memerlukan pemadatan sekitar 14 hari sebelum masuk tahap pengaspalan.
Sementara pembangunan drainase menggunakan sistem precast. Saluran dicetak terlebih dahulu sebelum dipasang di lokasi pekerjaan.
“Jadi sistemnya precast, nanti tinggal dipasang-pasang di tempat. Sementara dari tanggal 10 Juli sampai Agustus ini mereka mencetak salurannya,” katanya.
Proyek tersebut menggunakan anggaran sekitar Rp7,5 miliar. Tahun ini pekerjaan difokuskan pada penanganan sepanjang 675 meter, baik untuk peningkatan jalan maupun pembangunan drainase di satu sisi jalan, mulai dari simpang Wella.
Bagus menyebut pekerjaan tersebut juga menjadi bagian awal dari penanganan Jalan Tjilik Riwut secara bertahap. Pemerintah daerah menargetkan pembangunan dapat dilanjutkan hingga kawasan simpang empat Tjilik Riwut-Pramuka-Pemuda.
“Ini sebagai project maker. Tahun ini titiknya 675 meter. Jadi kita sudah mulai titik banjirnya, kemudian ke depan akan kita sambung sampai simpang empat Tjilik Riwut-Pramuka-Pemuda,” tuturnya.
Menurutnya, kawasan tersebut dipilih karena memiliki persoalan aliran air yang perlu ditangani melalui sistem drainase yang lebih baik. Nantinya aliran air akan diarahkan melalui dua jalur saluran, salah satunya menuju saluran di kawasan Bumi Raya dan jalur lainnya berada di sekitar sungai dekat bengkel.
“Jadi sebenarnya fungsi utama drainase. Cuma setelah kita kaji secara teknis, kalau drainasenya saja kita buat, nanti jalannya tetap akan banjir,” katanya.
Dengan demikian, peningkatan jalan dan pembangunan drainase dilakukan secara bersamaan agar fungsi keduanya dapat berjalan optimal.
Kedepan, drainase juga akan ditutup dengan konstruksi yang memiliki elevasi rendah sehingga tetap dapat dilalui kendaraan dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat. (Nardi)











